SURABAYA-KEMPALAN: Di tengah hiruk-pikuk Surabaya, kota di mana orang mengadu nasib dan mencari rezeki, ternyata banyak tempat tersembunyi dan terselubung untuk menenangkan pikiran sejenak serta melakukan kegiatan yang nyantai.
Mungkin salah satunya adalah “Rahasia Art Space & Eatery” yang berada di Perumahan YKP Pandugo I Blok PM No. 22, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Sesuai dengan namanya, tempat ini terselubung di antara rumah-rumah besar yang ada dalam kompleks YKP Pandugo. Dikarenakan ada di dalam perumahan, suasananya tenang sekaligus nyaman untuk kalian yang ingin merehatkan pikiran sejenak untuk membaca.

Bicara mengenai Rahasia Art Space & Eatery, mungkin salah satu dari sejumlah kecil kafe yang menyediakan berbagai macam teh, seperti Lavender, Chamomile, dan Marigold serta belasan macam teh lainnya yang memiliki citarasanya sendiri. Meskipun terdengar fancy, harganya sangat terjangkau, hanya kisaran 13 ribu rupiah untuk satu teko teh. Tersedia juga kukis butter yang bisa dimakan usai dicelupkan tehnya dengan harga 12 ribu rupiah.
Karena menonjolkan berbagai macam pilihan teh, mungkin tepat juga bila disematkan istilah “rumah teh” atau teahouse pada tempat kecil nan tenang ini. Ditambah dengan banyaknya tanaman yang mengitari tempat duduk, menambah suasana semakin asri, apalagi buat kalian yang suka me time, karena tidak padat penduduk dan bukan tempat keramaian, hanya suara anak kecil yang sedang bermain atau para kucing yang berkumpul di pekarangan.

Selain menyediakan beragam teh, tempat ini juga menjadi studio yang memampang kerajinan tanah liat yang bisa dibeli. Ragam tanah liat ini bisa digunakan untuk pot tanaman, menaruh dan menyimpan barang-barang, atau untuk menghias ruangan.
Ditambah dengan alunan musik yang cozy, Rahasia Art Space & Eatery bisa menjadi pilihan untuk membaca buku, bercengkerama dengan teman, meeting bagi mereka yang bekerja secara remote, dan bersemedi untuk melepaskan penat di kepala. Tempat ini buka dari jam 12.00-21.00 WIB, waktu yang cukup lama untuk mengisi waktu luang di tengah ramainya perkotaan. (Reza Hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi