Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 01:40 WIB
Surabaya
--°C

Lampion Naga Meriahkan Perayaan Imlek di Klenteng Teng Swie Bio Krian

SIDOARJO – KEMPALAN: Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2573 yang jatuh pada Selasa, 1 Pebruari 2022, sejumlah pengurus Klenteng Teng Swie Bio tampak sibuk menata dan bersih-bersih tempat ibadah.

Dari pengamatan Kempalan.com, Senin (31/1), selain bersih-bersih, klenteng yang berada di simpang lima Krian tersebut, telah dipasang lampion naga sepanjang 70 meter membentang di atas sungai, bersebelahan dengan bangunan klenteng yang berdiri sejak tahun 1890.

“Berhubung ini masa pandemi Covid-19 kita dilarang mengadakan pesta (perayaan) maka untuk merayakan Imlek agar tetap meriah, kita bikin Lampion berbentuk naga,” ujar Pengurus Klenteng Teng Swie Bio, Hengky Rianto.

Ko Hengky panggilan akrabnya mengakui bahwa Lampion Naga berwarna hijau yang dibuat berangka kayu bambu dan kertas menjadi pusat perhatian warga sekitar. “Saat malam hari tiba, biasanya warga yang lewat ingin sekedar berswafoto depan lampion naga karena menjadi hiburan tersendiri di masa pandemi Covid-19 saat ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Normalisasi Bangunan Rampung, Kini Pemkot Surabaya Tata Basement Eks Hi-Tech Mal
Warga berswafoto di Klenteng Teng Swie Bio

Menurut, Ko Hengky, bentangan Lampion Naga di atas sungai ini mempunyai cerita histori. Ia lalu mengisahkan zaman dulu leluhur kita masuk ke Indonesia lewat perdagangan air.

“Biasanya klenteng itu berdiri bersebelahan aliran sungai dan dekat pasar. Jadi ini mengingatkan leluhur kita pertama yang masuk ke sini,” ungkap Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sidoarjo ini.

Selanjutnya, kata Kho Hengky, setelah perayaan Imlek ini, akan ada Cap Goh Meh 14 hari setelah Imlek. Dengan perayaan Imlek ini kita juga berdoa, berharap agar pandemi Covid-19 segera berlalu.

“Jadi kita bisa merayakan Imlek seperti tahun-tahun yang lalu sebelum adanya Covid-19,” tandasnya.

Kho Hengky menambahkan di masa Pandemi ini seluruh Klenteng di Sidoarjo, sepakat tidak menggelar upacara tolak bala dengan menampilkan Barongsai dan Naga Liang Liong. Selain itu, kita juga akan disiplin prokes serta membatasi jumlah warga keturunan Tionghoa untuk sembahyang di Klenteng. (Muhammad Tanreha)

BACA JUGA  Pemprov Jatim Raih Opini WTP 11 Kali Beruntun, Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Capai 86,20 Persen
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.