Parekh menuliskan, Allison adalah pengikut setia ideologi teroris radikal dari ISIS selama bertahun-tahun yang telah pergi ke Suriah untuk melakukan maupun mendukung jihad dengan kekerasan. Ia juga menulis bahwa perempuan asal Kansas itu secara langsung melatih perempuan dan anak-anak untuk menggunakan senapan serbu AK-47.
Allison dipercaya berangkat ke Suriah pada 2012. Suaminya tewas ketika melakukan serangan teroris di Tell Abyad pada 2016, lalu pada tahun yang sama ia menikah lagi dengan anggota ISIS dari Bangladesh. Empat bulan setelah kematian pria Bangladesh itu, Allison menikah lagi dengan pimpinan ISIS yang bertanggung jawab atas pertahanan kota Raqqa.
Berkas dari kejaksaan tidak menjelaskan bagaimana perempuan itu tertangkap atau berapa lama ia ditahan sebelum pada akhirnya diberikan ke FBI. Ia dijadwalkan untuk tampil pada persidangan hari Senin (31/1). (VoA, Muhammad Nurilham)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi