Rabu, 8 Juli 2026, pukul : 21:08 WIB
Surabaya
--°C

Bongkar Intoleran dan Diskriminatif Anies Baswedan

KEMPALAN: Selama ini Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, dikesankan kelompok tertentu, melakukan praktek intoleran dan diskriminatif dalam kebijakannya. Berita ini terus membanjiri pemberitaan, khususnya lewat media sosial. Meski bukti tak pernah bisa diberikan pada kasus apa Anies melakukan hal itu.

Tapi ungkapan Anies intoleran dan diskriminatif terus digaungkan. Gaungnya memenuhi jagat pemberitaan, meski bukti seuprit pun tak mampu dimunculkan. Sepertinya bukti menjadi tidak perlu, memang data pendukung tidak dipunya. Terpenting narasi Anies intoleran dan diskriminatif terus dimunculkan.

Tidak terbukti menjadi seolah terbukti, dan itu terus menerus diangkat diberitakan. Apalagi diberitakan masif dan tanpa henti. Memberitakan Anies dengan tidak sebenarnya, itu upaya menipu kelengahan publik yang acap tidak perlu repot-repot melihat bukti, tapi lebih pada mempercayai berita yang terus menerus diberitakan, itu menjadi kebenaran.

BACA JUGA  ‘Blackout’ PLN: Konspirasi Merusak Prabowo

Para “pengedar” berita Anies intoleran dan diskriminatif, itu memanfaatkan kelengahan publik dengan sebaik-baiknya. Maka, berita baik bisa diberitakan buruk, dan sebaliknya. Dan media sosial memberi ruang seluasnya untuk munculnya pemberitaan model apa saja, bahkan berita tanpa perlu data penunjang sekalipun.

Upaya yang dilakukan tentulah bukan framing media. Jika framing media, tentu masih lumayan. Masih bisa ditemukan peristiwanya, meski datanya dibuat sekenanya. Pada framing, data bisa dikecilkan atau dibesarkan sesuai yang diharap. Mengecil besarkan sebuah data dalam pemberitaan, itu upaya memberitakan hal yang terjadi tapi tidak dengan sebenarnya. Framing bisa disebut agak lumayan, karena berita tetap diberitakan sebagai sebuah peristiwa, meski dengan data yang dikurangi atau dilebihkan.

Berita yang dimunculkan tentang Anies intoleran dan diskriminatif, itu dimunculkan seperti dipaksakan, meski tanpa data penunjang, itu bisa disebut berita bohong (hoax). Sengaja diproduksi terus menerus, sebuah upaya merusak nama baik bersangkutan. Anies diberitakan dengan tidak sebenarnya, khususnya berita intoleran dan diskriminatif, ini seperti langganan saja. Sepertinya sejak awal ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, isu itu dimunculkan.

BACA JUGA  Mengenal Tiga Potensi Diri Yang Tersembunyi

Perilaku intoleran dan diskriminatif dimainkan, karena itu memang isu strategis, bahkan sensitif. Berharap menimbulkan rasa muak yang kental pada publik untuk bisa menghakimi seorang Anies Baswedan.

Intoleran dan diskriminatif masuk perbuatan primitif, semacam membunuh pemenuhan hak-hak dasar manusia. Isu paling menakutkan bagi kelompok minoritas, ini sepertinya akan terus dimainkan sampai 2024. Menjadi strategis memunculkan rasa muak dan kemarahan, tanpa publik perlu melihat benar tidaknya pemberitaan yang dimunculkan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.