Rabu, 8 Juli 2026, pukul : 19:00 WIB
Surabaya
--°C

Anies dan Gagasan Mewujudkan Persatuan Indonesia

Oleh: Isa Ansori, Kolumnis Kempalan

KEMPALAN: Saya mengkuti beberapa kegiatan Mas Anies melalui akun instagram beliaunya tentang gagasan, konsep dan realisasinya membangun Jakarta. Jakarta tentu saja boleh dibilang sebagai miniatur Indonesia. Menjadikan Jakarta yang harmoni dan warganya bahagia tentu saja akan menjadi miniatur kebahagiaan dan persatuan Indonesia. Memang masih ada kekurang sempurnaan, tapi itu semua pastilah wajar, maka dari itu dibutuhkan partisipasi dan kebersamaan semua warga. Hanya mereka yang berhati iblis yang konsisten dengan kerjaan jahat dan culasnya yang tidak bisa melihat hal hal baik yang sudah dikerjakan Anies bersama jajarannya di Pemprov DKI. Memang begitulah sudah menjadi watak Iblis, yang hanya mengakui dirinya dan kelompoknya yang paling baik dan benar, merasa diri dan kelompoknya yang paling bisa. Sebagaimana kalam suci Allah menuliskan titah peradaban bahwa Iblis tidak mau menghormati mereka yang bukan dari kelompoknya, menganggap dirinya lebih baik karena diciptakan dari api sedang Adam dicipta dari tanah. Maka benarlah pilihan Anies, bekerja mewujudkan gagasan gagagasan terkonsepnya membangun Jakarta dan kebahagiaan warganya. Bahkan diapun mengajak kepada semua untuk membuat catatan catatan gagasan gagasan apa yang dijalankan untuk membangun Jakarta yang dianggap salah, dan Anies mengingatkan basis data yang dipakai harus mengacu pada rencana pembangunan kota Jakarta selama Anies memimpin. Kalau mereka tidak bisa menunjukkan, kata Anies buat apqn meladeni imajinasi, apalagi imajinasi yang tidak terukur dan dipenuhi dengan kebencian.

BACA JUGA  Diplomasi yang Terlambat: Ketika Protokol Menjadi Instrumen Geopolitik

Gagasan tentang persatuan Indonesia sejatinya bukanlah hal yang baru, menjadi penting karena saat ini persatuan Indonesia diporak porandakan oleh kelompok jahat dan culas serta ditebar oleh kelompok pengkhianat agenda reformasi yang menjilat dan butuh uang untuk hidup. Bagi kelompok ini tak penting Indonesia bersatu, semakin Indonesia baik dan bersatu, makan akan mengancam keberadaan mereka. Sebagaimana diungkap oleh media Inggris The Guardian, 31 Juli 2021 yang membongkar sepak terjang para buzzerRp Indonesia, demi rupiah mereka rela memecah belah bangsa.

Adalah Soekarno dan Hatta yang pada tanggal 17 Agustus 1945 memproklamirkan kemerdekaan Indonesia yang dikenal secara luas sebagai penyatuan Nusantara. Hal ini didasarkan bahwa Indonesia merupakan sebuah negara dengan wilayah kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Sebuah negara yang mempunyai keanekaragaman suku, agama, ras, bahasa, seni dan budaya. Spirit persatuan nusantara itu juga tercatat dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia melalui semangat para pemuda Indonesia dalam Sumpah Pemuda Indonesia, 28 Oktober 1928.

BACA JUGA  "Kudeta Halus" Terhadap Calon Presiden

Sebelum kemerdekaan Indonesia, sesungguhnya gagasan untuk menyatukan wilayah – wilayah Nusantara sudah ada pada Kerajaan Singhasari. Melalui Prabu Kertanegara, raja terakhir Singhasari yang bergelar Sri Maharaja Sri Lokawijaya Purusottama Wira Asta Basudewadhipa Anawariwiryanindita Prakrama Murdhaja Namottunggadewa. Kertanegara memulai mewujudkan gagasannya menyatukan wilayah wilayah Nusantara. Namun sayangnya sebelum upayanya terwujud, Singhasari mengalami kemelut politis, adanya pemberontakan Jayakatwang yang mengakibatkan gugurnya Prabu Kertanegara.

Gagasan itu muncul kembali pada zaman Majapahit pada masa pemerintahan Tribhuwana Wijaya Tunggadewi, pada zaman itu gagasan menyatukan Nusantara tidak hanya berupa gagasan, namun disertai realisasinya. Terbukti pada saat, Patih Amangkabumi Gajah Mada mampu memperluas kekuasaan Majapahit sampai wilayah Bali ( 1434 M). Begitu juga dengan melalui Adityawarman dapat meluaskan kekuasaannya sampai dengan wilayah sisa sisa kerajaan Sriwijaya dan Melayu ( 1347 ). Gagasan penyatuan Nusantara terus berlanjut pada saat masa pemerintahan Hayam Wuruk, Raja Majapahit yang IV, tahun 1359 – 1389 M. Masa kekuasaan Majapahit pada masa itu meliputi Seluruh Jawa ( kecuali Sunda), sebagian besar Pulau Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Indonesia bagian timur hingga Irian Jaya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.