Ini adalah bagian dari struktur keyakinan bersama manusia yang memungkinkan untuk bekerja, hidup, dan bersatu dalam kelompok besar berisi ratusan dan ribuan orang. Maka, agama menjadi kunci dari esensi keteraturan dan struktur bagi umat manusia, dan pemimpin-pemimpinnya adalah mereka yang paling dekat dari keyakinan itu.
Manusia purba adalah makhluk nomadik, menjelajahi daratan untuk mencari makanan dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain sepanjang musim-musim untuk makan dan mencukupi kebutuhan. Ketika kita merasa kekurangan stok makanan, atau ketika komunitas lain mempunyai hal-hal yang lebih baik, manusia menciptakan sistem barter untuk mempertukarkan nilai dengan satu sama lain. Perdagangan barter bekerja dengan baik dan memungkinkan komunitas-komunitas yang berbeda menjadi sejahtera dan bertahan hidup.
Sistem barter diganti dengan sistem uang setelah manusia menjadi sedenter yang hidup menetap dalam kelompok-kelompok yang lebih besar dan bercocok tanam. Struktur pertanian dan permukiman memperkenalkan sebuah revolusi dalam cara umat manusia bekerja. Sebelumnya, manusia mencari makanan dan memburu, kini, mereka menetap dan bertani bersama.
Kegiatan bertani menghasilkan kelimpahan, dan kelimpahan menghilangkan sistem barter. Sistem barter tidak lagi bekerja dengan baik karena orang tidak dapat mempertukarkan sesuatu yang telah dimiliki orang lain. Maka, muncul kebutuhan akan sebuah sistem baru, dan pemimpin agama—atau pemerintah—pada masa itu meresponsnya dengan menciptakan uang.
Sejak awal, uang telah menjadi mekanisme kontrol terhadap masyarakat dan ekonomi. Negara yang memiliki uang menjalankan sebuah sistem ekonomi. Negara yang tidak memunyai sistem pembayaran uang tidak bisa mengontrol warganya.
Menurut Harari, manusia dengan cepat membangun peradaban yang canggih dengan menemukan uang. Kemampuan utama manusia yang tidak dimiliki simpanse saingannya adalah kemampuan untuk menciptakan mitos.
Peradaban manusia modern sekarang semuanya didasarkan pada mitos dan fiksi yang diciptakan untuk mengikat sekelompok manusia lainnya demi tujuan besar bersama. Mengapa selembar kertas tipis yang bergambar Benjamin Franklin dan bertuliskan ‘’100 Dolar’’ bisa dipakai untuk membayar makanan dan minuman di restoran? Karena mitos.
Manusia percaya bahwa lembaran yang disebut uang dolar itu memunyai orang-orang yang tepercaya yang mengelolanya dengan komitmen tinggi dan tidak akan menipu dan mengkhianati kepercayaannya. Orang-orang tepercaya itu bisa jadi ketua Bank Sentral Amerika atau presiden Amerika. Jangankan kenal atau ketemu, tahu namanya pun tidak.
Itulah mitos. Bahkan agama, ideologi, sistem moneter, hasrat-hasrat manusiawi seperti hak asasi, kemerdekaan, dan lain-lain, adalah bagian dari mitos dan imajinasi. Itulah yang menjadikan gerak perkembangan peradaban manusia begitu dinamis, meninggalkan spesies-spesies lainnya.
Satu contoh sukses dari imajinasi manusia adalah sains dan teknologi. Keduanya memicu revolusi industri, dan dalam waktu singkat corak peradaban manusia berubah drastis dari zaman-zaman sebelumnya. Mesin-mesin kompleks, perangkat ciptaan untuk mempermudah kerja manusia, menjadi instrumen vital penunjang kehidupan manusia modern.
Sekarang manusia berada pada fase keempat revolusi industri 4.0. Fase ini melahirkan ilmu robotika, kesadaran buatan, rekayasa genetika, dan otomatisasi mesin. Pekerjaan yang dulu dijalankan oleh manusia diambil alih oleh robot dan mesin.
Mata uang kripto adalah hasil fase revolusi 4.0 yang menjadi tantangan besar bagi peradaban manusia. Sains dan teknologi menggeser peran negara, pemerintah, dan agama. Tentu, tiga kekuatan itu akan melawan.
Negara dan pemerintah bisa melarang penggunaan kripto melalui undang-undang. Organisasi agama melawan kripto dengan mengeluarkan fatwa haram.
Sampai kapan fatwa dan undang-undang itu bisa bertahan? (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi