Pertengahan Desember 2021 saat tes sound system, kumandang azan memang sempat diperdengarkan di JIS. Suara azan itu viral dan cukup mengagetkan orang. Tak pelak, demo azan itu langsung jadi buah bibir.
Banyak warga muslim berharap azan seperti itu bisa tetap dikumandangkan di JIS terutama setiap kali ada acara pertandingan atau pagelaran musik sore hari. Supaya penonton muslim diingatkan dan kewajiban mereka bisa dijalankan, kendati sedang berada di stadion.
“Itu ide baik. Saya mendukungnya. Asal dilakukan secara proporsional dan tidak berlebihan,” kata Drs H. Nasrullah, M.E, anggota F PKS DPRD DKI.
Apa pun, ihwal azan dan disiapkannya musola di sebuah stadion bola berkelas dunia itu, agaknya bisa menjadi nilai tambah baru bagi JIS.
Apalagi, stadion baru bertaraf internasional dengan kapasitas 82.000 kursi itu, dibangun di Ibukota Indonesia negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia.
Para penonton JIS sendiri nantinya akan tersebar di sekeliling tribun stadion yang luas seluruhnya sekitar 300.000 m2. Dari permukaan tanah, tinggi stadion megah itu sekitar 72 meter.
Pengecekan kualitas suara agar bisa menjangkau mereka, tentu saja, perlu dilakukan. Agar diperoleh kualitas suara yang maksimal.
Maklum, JIS yang berdiri di areal tanah seluas 22,1 hektare, selain akan menggelar pertandingan sepak bola internasional dan nasional, nantinya juga akan difungsikan menggelar acara konser musik berskala besar.
Makanya, sejak minggu pertama Januari 2022, manajemen JakPro (PT Jakarta Propertindo), kontraktor yang membangun JIS, mulai rajin mengundang beberapa vokalis dan grup musik kondang untuk menjajal daya dan kualitas sound system JIS. Sebutlah, Fadli dan Piyu (Padi), misalnya, yang sebelumnya sudah mencoba sound system tersebut. Vokalis dan grup musik lain?
Menggelegar tanpa nada sumbang

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi