Rabu, 1 Juli 2026, pukul : 09:31 WIB
Surabaya
--°C

Ferdinand dan Anak Pak Lurah

Dalam laporannya Ubed mengungkapkan bahwa pada 2015 manajemen PT BMH yang merupakan grup bisnis SMG menjadi tersangka pembakaran hutan. Kasus pidana ini berjalan tersendat-sendat, sehingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggugat melalui jalur perdata dengan menuntut ganti rugi sekitar Rp 8 triliun.

Proses hukum berlanjut ke Mahkamah Agung (MA). Pada 2019 MA mengabulkan permohonan ganti rugi, tapi jumlahnya sangat jauh dari tuntutan. MA hanya memvonis ganti rugi sekitar Rp 80 miliar, atau hanya satu persen dari gugatan awal.

Ubed menduga ada KKN yang melibatkan dua putra Jokowi dan anak petinggi SMG berinisial AP. Indikasinya adalah ada suntikan modal puluhan miliar rupiah dari perusahaan yang terafiliasi dengan SMG. Ada dua kali kucuran dana dengan angka hampir mendekati Rp 100 miliar. Setelah kucuran itu kemudian anak pak lurah membeli saham di sebuah perusahaan dengan nilai Rp 92 miliar.

Ini bukan kasus hukum pertama yang disangkutpautkan dengan anak pak lurah. Nama Gibran sempat disebut-sebut dalam kasus korupsi bansos di Kementerian Sosial di akhir 2020. Ketika itu muncul tokoh anak pak lurah yang disebut-sebut menerima aliran dana dari kemensos. Sosok anak pak lurah itu diaitkan dengan Gibran, dan sejak saat itu sebutan ‘’anak pak lurah’’ identik dengan Gibran.

BACA JUGA  Gibran Apresiasi Khofifah, Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen

Sementara Kaesang Pangarep, si bungsu anak pak lurah, dalam beberapa tahun terakhir ini moncer di dunia bisnis dengan berbagai manuver yang cukup menyita pemberitaan. Beda dengan kakaknya yang memilih jalur politik, Kaesang memilih jalur bisnis untuk eksis.

Kisah cintanya yang kandas di tengah jalan dengan Felicia Tisue menjadi viral di media sosial selama berbulan-bulan. Kabarnya Kaesang sudah kadung janji akan melamar sang kekasih asal Singapura itu, tapi kemudian diingkari. Kaesang kemudian diketahui menjalin hubungan dengan Nadya Arfita yang disebut-sebut sebagai orang ketiga.

Kaesang menjadi presiden klub Persis Solo yang baru saja menjadi juara Liga 2 dan lolos ke Liga 1. Dalam mengelola Persis Kaesang berkongsi dengan anak kandung Erick Thohir, menteri BUMN. Di bawah Kaesang Persis Solo berkibar. Meskipun berada pada kasta kedua tapi penampilan Persis menunjukkan kelas premium melebihi klub-klub Liga 1.

BACA JUGA  Ketika Kamu Sudah Teredukasi: NPD Hanya Badut Penuh Drama

Persis Solo masuk dalam kategori Klub Sultan bersama Klub Rans Cilegon milik youtuber Raffi Ahmad. Dua klub ini sama-sama kaya dan bisa membeli pemain-pemain bagus dan mahal sekelas pemain-pemain Liga 1. Kedua klub ini juga sama-sama lolos ke Liga 1.

Kaesang dan Raffi bersaing di lapangan sepak bola tapi berkongsi di dunia bisnis. Raffi menggandeng Kaesang sebagai komisaris Rans Entertainment. Sultan ketemu Anak Sultan, klop sudah dua konglomerat muda itu menjalin kongsi bisnis.

Manuver bisnis Kaesang makin berkibar. Asalnya dia cuma jualan Sang Pisang, tapi akhir November 2021 Kaesang mengejutkan dunia bisnis ketika mengakuisi 8 persen saham perusahaan frozen food dengan nilai hampir Rp 100 miliar. Tagar ‘’Dari Mana Duit Kaesang’’ pun menjadi trending topic. Netizen rupanya kepo, ingin tahu, dari mana Kaesang punya duit sebanyak itu.

Ubdedillah Badrun bisa melacak sumber uang besar itu. Ia menemukannya dan melaporkannya kepada KPK.

Sekarang bola ada di kaki KPK, akankah lembaga anti-rasuah itu berani memeriksa Anak Pak Lurah? Nyali KPK sedang diuji. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.