Menu

Mode Gelap

kempalanews · 7 Jan 2022 06:39 WIB ·

Mulai Senin Depan, PTM 100 Persen di SD dan SMP Surabaya Gunakan 2 Shift


					Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh saat memberi keterangan kepada awak media, Kamis (6/1). Perbesar

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh saat memberi keterangan kepada awak media, Kamis (6/1).

SURABAYA-KEMPALAN: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen bagi PAUD, TK, SD, dan SMP mulai Senin depan, (10/1). PTM di minggu pertama ini dibagi dalam dua shift, yakni shift pertama 50 persen dan shift kedua 50 persen menyesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Keputusan ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dan juga atas perintah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

“Jadi, di tahap awal ini mekanismenya 50 persen shift pertama dan 50 persen shift kedua, jadi tetap 100 persen. Lalu kita akan evaluasi terkait dengan prokesnya dan kesiapan anaknya. Kalau satu minggu pertama bagus, maka minggu berikutnya tidak ada shift lagi, langsung masuk 100 persen, pagi semuanya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya, Kamis (6/1).

Ia juga menjelaskan jadwal dalam shift tersebut. Khusus SD, shift 1 pukul 07.00-09.00 WIB dan shift 2 pukul 09.30-11.30 WIB. Lalu untuk SMP shift 1 pukul 06.30-09.30 WIB dan shift 2 pukul 10.00-13.00 WIB. Sedangkan untuk PAUD dan TK pembelajaran dimulai pukul 08.00-09.20 WIB. “Tapi jadwal ini juga harus menyesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing,” kata dia.

Menurut Yusuf, ketika peserta didik datang ke sekolah, maka dia akan dicek suhu tubuhnya dengan thermogan, harus memakai masker, dan harus cuci tangan. Bahkan, ia berharap pihak sekolah menyediakan sebuah ruang transit untuk mengatur siswa yang akan masuk dan keluar kelas.

“Jadi, ketika siswa tiba di sekolah, dicek suhu tubuhnya dan cuci tangan, lalu masuk ke ruang transit itu, lalu satgas mengatur mereka untuk masuk kelas supaya tidak berkerumun. Pulangnya juga demikian, keluar kelas mereka menunggu di ruang transit. Ketika orang tuanya yang jemput datang dipanggil lalu langsung pulang, sehingga tidak ada kerumunan. Nah, bagi orang tuanya kita juga siapkan aplikasi PeduliLindungi di sekolah,” tegasnya.

Dalam melakukan PTM ini, Yusuf memastikan akan bersinergi dengan berbagai pihak, mulai dari satgas sekolah, Satgas Kampung Tangguh yang ada di sekitar sekolah, dan satgas yang ada di kelurahan dan kecamatan. Nantinya, mereka akan membantu mengarahkan dan mengingatkan anak- anak sekolah supaya tidak bergerombol, baik ketika akan memasuki sekolah hingga kelas maupun ketika keluar sekolah.

Dengan prokes yang…

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Peringati Hari Gizi Nasional, Ini Pesan Wabup kepada Siswa SD Muhamadiyah Gresik

21 Januari 2022 - 15:18 WIB

Tingkatkan Kualitas Produk Urban Farming, Pemkot Surabaya Kolaborasi dengan UK Petra

21 Januari 2022 - 12:47 WIB

Anis Ambiyo: Sosok Ketua Umum KONI Jatim Harus Sinergi dengan Cabor dan KONI Daerah

21 Januari 2022 - 09:37 WIB

Bayu dan Emil Sama-Sama Optimistis Bakal Terpilih Pimpin Demokrat Jatim

21 Januari 2022 - 08:33 WIB

Musda Demokrat Jatim Berakhir, Nasib Emil dan Bayu di Tangan DPP

21 Januari 2022 - 04:53 WIB

AHY: Musda Ini Forum Konsolidasi, Bukan Forum Polarisasi

20 Januari 2022 - 21:03 WIB

Trending di kempalanews