Selasa, 9 Juni 2026, pukul : 08:09 WIB
Surabaya
--°C

Pandemi Komunis

Pandemi membawa tata politik baru, tata ekonomi baru, dan tata sosial baru. Praktik-praktik sosial yang sebelumnya lazim dilakukan sekarang tidak bisa lagi diterapkan. Di masa pandemi, kita bahkan dilarang bersentuhan dengan orang-orang yang kita sayangi. Di masjid dan ditempat peribadatan orang bahkan tidak bisa lagi saling bersalaman apalagi berangkulan.

Di masa sebelum pandemi, cinta diwujudkan dalam ciuman, pelukan, atau menunjukkan respek dengan berjabat tangan. Setelah ada pandemi, kita bahkan harus menjauhkan diri dari orang-orang terdekat kita.

Kita tidak bisa lagi dengan bebas berdekatan dengan kerabat. Setidaknya kita harus menjaga jarak 1,5 meter dari kerabat. Konsep kerabat, yang secara harfiah berarti dekat, harus diubah karena pandemi.  Kini, mencintai ditunjukkan dengan menjauhi secara fisik. Virus mungil  itu telah mengubah tabiat manusia dan menjungkirbalikkan budaya kita 180 derajat.

Dalam bukunya ‘’Pandemic!: Covid-19 Shakes the World’’ (2021) Zizek mengungkap kepanikan global akibat pandemi yang mengakibatkan keguncangan di berbagai sektor kehidupan manusia.

Zizek melihat masa depan manusia setelah pandemi dengan melihat gejala-gejala yang kini tengah terjadi. Ia menyimpulkan tatanan dunia baru yang baru pasca pandemi akan menganut sistem komunisme baru.

BACA JUGA  Melintas Batas Negara, Mengukir Prestasi: Ceila Wajah Baru Diplomat Bisnis Indonesia di Malaysia

Ia mengakui bahwa mesin kapitalisme bekerja sangat kuat untuk mengatasi pandemi. Tetapi, dunia diam-diam mengakui cara China lebih  efektif dalam mengendalikan wabah. Pendekatan komunis yang sentralistis ala China terbukti berhasil menahan penyebaran wabah.

Dengan tangan besi komunisme, China berhasil menekan penularan wabah dengan efektif, lewat pemantauan orang, teknologi aplikasi, kebijakan terpusat, sehingga lockdown dan karantina wilayah. Cara ini tidak berhasil diterapkan negara-negara lain, seperti Italia atau Amerika, bahkan Indonesia. Negara-negara demokratis itu tidak mempunyai instrumen politik yang totaliter dan sentralistik seperti China, dan karena itu penerapan kontrol tidak bisa maksimal.

Zizek melihat komunisme baru diterapkan di negara-negara demokratis kapitalis melalui peran pemerintah yang sangat masif dalam penanganan pandemi. Mekanisme pasar dan keajaiban ‘’the invisible hand’’ tidak efektif menghadapi pandemi.

Sebagai seorang filosof komunis Zizek terlihat terlalu bersemangat meramalkan kemenangan komunisme baru. Ia tidak terlalu detail dalam menjabarkan konsep komunisme baru. Ia hanya melihat fenomena campur tangan negara dalam penanganan pandemi sebagai gejala komunisme baru itu.

BACA JUGA  DINASTI SETTER SEJOLI IWAN GISO – RITA KURNIATI: Mahakarya Langka yang Mengalirkan Darah Voli Generasi Emas Indonesia

Inggris sangat mengandalkan Sistem Kesehatan Nasional untuk mencegah virus, sementara Amerika hendak menasionalisasi perusahaan pembuat vaksin. Faktor peran negara yang masif di masa wabah inilah yang disebut Zizek sebagai model komunisme baru.

Wabah memang telah memukul dengan telak sendi-sendi kapitalisme. Sistem ekonomi ini membuat alam rusak, ozon menjadi bolong dipicu produksi gila-gilaan yang menghasilkan emisi karbon, hingga berujung pada mutasi gen makhluk renik akibat hilangnya keragaman hayati.

Ancaman kemunculan pandemi baru dalam beberapa dekade mendatang diperkirakan muncul dari cara pengelolaan lingkungan yang sembrono itu. Kapitalisme yang rakus membuat lingkungan rusak dan bumi semakin panas karena global warming.

Bencana lingkungan itulah yang menjadi ancaman baru setelah dunia bisa menyelesaikan bencana pandemi sekarang ini. Bencana lingkungan diperkirakan akan lebih dahsyat dampaknya dan korban akan jauh lebih besar.

Apakah komunisme gaya baru bisa mengatasi bencana gaya baru itu? Atau dunia masih tetap dikuasai kapitalisme baru yang selalu berhasil melakukan penyesuaian? Sejarah bakal membuktikan. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.