Menu

Mode Gelap

kempalanews · 30 Des 2021 05:50 WIB ·

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di UBAYA Capai Performa Positif karena Dukungan Ditjen Diktiristek


					UBAYA salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) penerima Program Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS yang diselenggarakan Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021. Perbesar

UBAYA salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) penerima Program Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS yang diselenggarakan Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021.

SURABAYA-KEMPALAN: Sejak Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dicanangkan oleh Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim, Universitas Surabaya (UBAYA) dengan serius menjalankan MBKM dari seluruh aspek tridharma pendidikan tinggi secara komprehensif: pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Berkat kinerja prima dalam melaksanakan tridharma pendidikan tinggi di tingkat nasional, UBAYA pun menjadi salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) penerima Program Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS yang diselenggarakan Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021.

Sebagaimana diketahui, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud Ristek mengembangkan skema Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian PTS Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021.

UBAYA sebagai penerima Anugerah Kampus Unggulan 2021 LL Dikti Wilayah VII Jawa Timur dan PTS Terbaik di Jawa Timur menurut QS Asia University Rankings 2022 menjalankan program Ditjen Diktiristek tersebut dalam bentuk penelitian dan pengabdian masyarakat yang diikuti dengan menyelenggarakan seminar nasional hasil penelitian implementasi MBKM di kampus UBAYA.

UBAYA salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) penerima Program Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS yang diselenggarakan Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021.

“Terima kasih kepada Ditjen Diktiristek yang telah mendukung penuh UBAYA sebagai PTS yang berada pada klaster I untuk melaksanakan penelitian dampak MBKM dan aktivitas tridharma dalam kerangka MBKM. Pelaksanaan MBKM secara serempak pada 14 program studi sarjana di UBAYA selama setahun terakhir ini perlu dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana lompatan keberhasilan dan kualitas tridharma pendidikan di UBAYA dengan penerapan kebijakan MBKM. Potret itu telah didapatkan melalui hasil penelitian MBKM di UBAYA yang menunjukkan pencapaian positif aktivitas MBKM di kampus kami,” kata Rektor UBAYA Benny Lianto.

UBAYA telah menyelesaikan riset dampak pelaksanaan MBKM terhadap dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan, setelah pada awal tahun akademik 2021 mengawal dengan penyesuaian kurikulum guna menyediakan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk mengusulkan dan menjalankan MBKM. Dengan skema pendanaan yang sama, untuk pengabdian masyarakat, UBAYA juga melaksanakan pengabdian bertitel “Strategi Golden Triangle sebagai Penguatan Potensi Wisata dan Produk Unggulan Mewujudkan Desa Sejahtera di Trawas” dan “Sentra Kelor Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Bogo Bojonegoro.”

UBAYA salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) penerima Program Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS yang diselenggarakan Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021.

“Di sana kami mengembangkan Golden Triangle of Trawas (Segitiga Emas Trawas) sebagai destinasi wisata baru Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Sementara untuk sentra kelor di Desa Bogo Bojonegoro, merupakan pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan produk unggulan berbasis kearifan lokal, yaitu produk herbal berbasis kelor melalui herbal corner dan wisata edukasi Taman Dolanan. Semua aktivitas pengabdian ini melibatkan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan mitra masyarakat setempat,” terang Wakil Rektor  bidang akademik Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto.

Strategi Golden Triangle merupakan strategi sinergi tiga desa unggulan Trawas melalui kebangkitan potensi wisata, optimasi produk unggulan desa, dan pelestarian peninggalan budaya serta kearifan lokal masyarakat. Sementara itu, Taman Dolanan adalah media permainan tradisional anak-anak dan saat ini sudah berkembang menjadi area outbound untuk anak-anak usia sekolah (TK, SD, dan SMP) serta masyarakat umum.  Konsep outbound untuk remaja dan dewasa juga dikembangkan Tim UBAYA bersama BUMDES Langgeng Makmur di Desa Bogo.

Seminar Nasional Hasil Penelitian

UBAYA kemudian mendiseminasikan hasil penelitian dampak implementasi MBKM melalui Seminar Nasional “Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui MBKM” secara daring dan luring Minggu (26/12/2021) pukul 09.00-13.00 WIB. Sekitar 180 peserta dari berbagai kota: Malang, Surabaya, hingga Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur menghadiri seminar nasional hasil penelitian MBKM di UBAYA tersebut.

Sementara enam narasumber, yakni Deputi Pengembangan SDM dan Kelembagaan Kemenparekraf Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, S.E., M.M.; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Kemendikbud Ristek Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA; Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) Andi Yuwono, S.Sos., M.Si.; peneliti dampak MBKM UBAYA Ananta Yudiarso, S.Sos., M.Si.; Direktur Pusat Pengembangan Kurikulum Pembelajaran (PPKP) UBAYA Henry Hermawan, S.T., M.Sc., serta Kepala Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto H. Zainul Arifin, S.E. memaparkan hasil pengajaran, penelitian, dan pengabdian beracuan MBKM. Masing-masing menjelaskan dari perspektif Kemendikbud Ristek maupun implementasi yang dilakukan UBAYA.

Direktur PPKP UBAYA Henry Hermawan, S.T., M.Sc. mengungkapkan hasil penelitian implementasi MBKM di UBAYA akan menjadi dasar untuk langkah kebijakan lanjutan Program MBKM di kampusnya. “Kami melakukan survei melalui aplikasi Spada Dikti dan platform e-learning UBAYA Learning Space yang diikuti 6746 responden. Mereka terdiri dari 293 dosen, 6.141 mahasiswa, dan 312 tenaga kependidikan di UBAYA. Hasilnya telah berhasil memotret pelaksanaan MBKM di UBAYA serta harapan dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan terhadap MBKM secara positif,” terang kepala unit khusus pengembangan pembelajaran di UBAYA yang mengawal panduan kurikulum MBKM dan kurikulum sarjana 2021.

Dosen Teknik Elektro ini menerangkan, sejumlah 76% dosen, 77% mahasiswa, dan 66% tenaga kependidikan telah mengetahui sebagian besar Program MBKM. Informasi tentang MBKM diketahui dosen dari Kemendikbud (25%), UBAYA (64%), dan sumber lainnya (11%). Sedangkan mahasiswa mengetahui informasi tentang MBKM dari Kemendikbud (17%), UBAYA (68%), dan sumber lain (15%). Lalu, tenaga kependidikan mengetahui MBKM dari Kemendikbud (24%), UBAYA (60%), dan sumber lain (16%).

“Sebanyak 90% dosen, 82% mahasiswa, dan 86 % tenaga kependidikan menilai UBAYA sebenarnya sudah sejak lama memiliki dan menjalankan pembelajaran yang sesuai dengan MBKM. Terutama sejak UBAYA mencanangkan “Learning Beyond The Classroom” pada 2011,” ujar Henry.

Dukungan dosen UBAYA terhadap MBKM, kata dia, juga sangat besar. “Nyaris semua atau sejumlah 97% dosen bersedia menjadi dosen pembimbing kegiatan MBKM, 98% dosen akan mendorong mahasiswa mengambil kegiatan MBKM, dan 99% dosen pernah mengikuti sosialisasi dosen penggerak,” kata dia.

Adapun aktivitas MBKM yang banyak diikuti mahasiswa adalah magang/praktik kerja (49%), pertukaran mahasiswa (24%), kegiatan wirausaha (8%), penelitian (6%), proyek kemanusiaan (5%), membangun desa (4%), asistensi mengajar di satuan pendidikan (3%), dan proyek independen (1%). “Kami juga menemukan jawaban mengapa magang diminati mahasiswa melalui survei lanjutan. Sebanyak 82% mahasiswa melihat magang memungkinkan mereka mengetahui seperti apa rasanya bekerja, 81% mahasiswa menilai magang membantu mahasiswa menemukan potensi dirinya, dan belajar banyak dari dunia nyata dari magang (76%),” terang Henry.

Mahasiswa UBAYA sejatinya juga sangat tertarik dengan program kewirausahaan di MBKM. “Hasil survei kami, sebanyak 78% mahasiswa tertarik mengembangkan bisnis sendiri, 75% tertarik mengembangkan produk atau jasa yang bisa dipasarkan, dan 73% mahasiswa berani mengambil risiko untuk mengembangkan bisnis sendiri. Karena itu, selain melalui mata kuliah Kewirausahaan dan Inovasi, UBAYA juga menawarkan mata kuliah Start-up Business Development serta berbagai mata kuliah lainnya terkait bisnis dan wirausaha kepada mahasiswa,” ujar pria berkacamata ini. Pun, hampir seluruh mahasiswa (99%) menilai MBKM bermanfaat sebagai bekal ketika lulus, kegiatan MBKM sesuai dengan kebutuhan lulusan (98%), dan MBKM penting bagi persiapan pasca-lulus (98%).

UBAYA salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) penerima Program Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS yang diselenggarakan Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021.

Sedangkan salah satu anggota peneliti dampak MBKM UBAYA Ananta Yudiarso, S.Sos., M.Si. menyatakan ada perubahan paradigma dari teacher/lecturer center ke student center learning semenjak MBKM diberlakukan di Fakultas Psikologi. “Magang kerja, pertukaran mahasiswa inbound dari perguruan tinggi ternama mancanegara. Akselerasi independent learning mahasiswa serta transformasi student center learning menjadi kemajuan yang paling banyak dirasakan dalam aktivitas MBKM. Mahasiswa magang riset di jurnal ilmiah terakreditasi Sinta sebagai pengelola jurnal ilmiah dan keberadaan dosen asing menjadi salah satu inovasi MBKM yang kami kerjakan,” terang Wakil Dekan I Fakultas Psikologi UBAYA tersebut.

Alumnus UGM ini memaparkan, mahasiswa dari luar Jawa juga berhasil memanfaatkan independent learning untuk memperkuat networking di daerah asalnya. “Baru-baru ini mahasiswa kami dari Sulawesi Utara magang MBKM dengan Angkasa Pura di Manado. Independent learning mendorong mahasiswa belajar secara bermakna, belajar yang disukai mahasiswa, dan meraih capaian pembelajaran mata kuliah secara fleksibel,” terang Ananta.

Yang diminati pula, kata dia, adalah pertukaran mahasiswa internasional di luar negeri melalui Program IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) dan magang. IISMA dirancang Ditjen Dikti Kemendikbud sebagai implementasi MBKM dan menjadi salah satu program unggulan dari delapan program Kampus Merdeka. “Kampus menjadi memiliki kebebasan mengembangkan kurikulum bekerjasama dengan dunia industri dan stakeholders lain yang mengarah pada standar akreditasi internasional,” pungkas pria yang pernah melakukan riset di Program Affective Neuroscience Maastricht University, Belanda. (*)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Reaksi Kapolda Jabar ke GMBI, Begini Respon Sahabat Polisi Indonesia

28 Januari 2022 - 22:33 WIB

Ketum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh

UMSIDA Siapkan 1392 Mahasiswa Sukseskan Konsep Desa Wisata Melalui KKN Pencerahan 2022

28 Januari 2022 - 22:14 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Kerja Bakti Massal, Kerahkan 34 Unit Dump Truk dan 2000 Karung

28 Januari 2022 - 20:19 WIB

Ketua DPC PKB Sidoarjo H Subandi Beri Pesan Khusus di Agenda Musancab

28 Januari 2022 - 20:04 WIB

Waspada Covid-19 Varian Omicron, Pemkot Surabaya Terbitkan SE Wali Kota

28 Januari 2022 - 19:48 WIB

RSUD Sidoarjo Tambah Layanan Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu

28 Januari 2022 - 19:43 WIB

Trending di kempalanews