Rabu, 10 Juni 2026, pukul : 17:37 WIB
Surabaya
--°C

PKB Kritisi Usulan Ketum PBNU yang Tak Ingin Pola Capres Ada di Dalam Organisasinya

Oleh karena itu, Jazilul sendiri dapat memahami terkait Gus Yahya yang ingin organisasi NU tidak ikut mengambil peran dalam kontestasi politik praktis pada Pilpres 2024. Namun, di luar organisasi PBNU sendiri, dirinya yakin bahwa NU sendiri akan tetap mengambil peran.

“Saya memahami apa yang disampaikan oleh Gus Yahya setelah terpilih, ini semacam ada pemurnian dalam konteks organisasi kepemimpinan di NU agar tidak terfokus pada urusan pilpres. Itu secara organisasi,” tuturnya.

Diketahui, Gus Yahya pada kesempatan sebelumnya diketahui telah menyampaikan pendapatnya terkait penerapan kebijakan tentang Ketua Umum PBNU yang tidak ikut terlibat dalam kontestasi pemilihan presiden serta wakil presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

BACA JUGA  PORKAB DISABILITAS NPCI SIDOARJO 2026

Hal ini, dimaksudkan agar ke depannya NU sendiri dapat kembali mengambil peran sebagai penopang sistem bagi keutuhan NKRI sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

“Nahdlatul Ulama harus kembali sebagai penyangga sistem. Bahaya politik identitas ini sulit dicegah karena para politisi instan pasti akan selalu mencari sumber daya instan untuk mendapatkan dukungan. Cara paling instan yang mudah didapat adalah dengan memainkan identitas, terutama agama. Ini bahaya,” ungkap Gus Yahya, pada Kamis (15/10) lalu. (Detik, Akbar)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.