JK juga menyebut bahwa kita akan bahagia di akhirat kalau kita bahagia di dunia. Karena rukun Islam hanya bisa dilaksanakan oleh orang yang mampu. Misalnya bayar zakat, hanya bisa dilakukan orang yang mampu. Demikian pula naik haji, hanya bisa dijalankan apabila orang tersebut mampu.
Untuk itu, JK berharap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam Rakerwil I DMI Jatim ikut berperan dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi jamaah lewat OPD (Organisasi Perangkat Daerah). “Mungkin Ibu Gubernur bisa mengirim Dinas Perindustrian untuk ceramah di masjid saat salat Jumat, Dinas Perdagangan, Dinas UMKM. Sehingga jamaah tidak hanya mendapat ceramah dari sisi amalan ibadah saja, tetapi bagaimana memberdayakan masyarakat,” tuturnya.
Menurut JK, dengan jumlah 43.000 masjid di Jatim, akan menjadi kekuatan tersendiri untuk menyebarkan semangat kemandirian ekonomi
Dia mencontohkan, jika pada hari Jumat tiap masjid dihadiri 1.000 jamaah, maka hampir 50 juta orang mendengarkan ceramah bagaimana memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Hal ini tentu merupakan hal luar biasa.
“Paling tidak sekian juta orang memahaminya, maka akan memperpendek gap ekonomi jamaah. Karena hanya masjid yang bisa mempersatukan semua orang,” terang JK yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI).

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya berharap DMI Jatim bisa berseiring dengan upaya memakmurkan masjid. Transformasi digital memungkinkan bisa memberikan percepatan pemberdayaan di lingkungan masjid.
“Remaja masjid bisa dimaksimalkan bagaimana transformasi digital menjadi pintu masuk terutama kawasan industri halal bagi UMKM,” katanya.
Jatim sendiri, menurut Khofifah, memiliki pusat industri halal pertama di Sidoarjo. Saat ini sudah melakukan MoU dengan Bank Syariat Indonesia, Bank Himbara, dan Bank Jatim. “Indonesia yang saat ini menjadi importir terbesar halal food, berharap menjadi eksportir terbesar halal food. Saat ini eksportir terbesar halal food adalah Brazil dan Australia,” ungkap gubernur perempuan pertama di Jatim itu. (Dwi Arifin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi