Menurut Jadid, sudah saatnya kampus beserta alumninya bergerak dengan cepat untuk memberikan kontribusi sesuai kompetensi dan bidang keilmuannya. Sebab, mereka dinilai sangat kompeten dalam memikirkan tentang sistem deteksi dini bencana atau Early Warning System (EWS), edukasi, dan pembelajaran kebencanaan bagi masyarakat, recovery dan rehabilitasi, serta pengotimalan penggunaan dan pemanfaatan teknologi.
“Peran kampus, alumni dan para cendekiawan sangat vital dalam mitigasi dan riset lebih lanjut untuk memastikan kondisi Gunung Semeru. Juga rencana tindak lanjut yang bisa dilakukan untuk solusi jangka panjang terhadap potensi bencana Semeru pada khususnya, dan kebencanaan di Indonesia pada umumnya,” kata Jadid. (Dwi Arifin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi