Ilhamsyar menceritakan ,awalnya ta’mir masjid khawatir akan kondisi dan operasional masjid. Akan tetapi setelah pada tahun pertama berjalan rasa kekhawatiran itu sirna. Lantaran dengan adanya laporan setiap Jum’at dengan Saldo Akhir Nol rupiah hamba allah banyak yang membelanjakan hartanya ke jalan Allah. alhamdulillah semua kebutuhan bisa tercukupi.
Selama ia jadi pengurus masjid Al Aqsho sejak 2011 lalu Sodaqoh jariah jamaah selalu habis di gunakan kemakmuran masjid.
Masjid ini buka 24 jam, pintunya tidak boleh digembok, semua permasalahan jamaah dikoordinasikan dengan pengurus dan dicarikan solusinya.
Masjid ini juga memiliki kelengkapan infrastuktur seperti 17 toilet atau kamar kecil, jadi jamaah tidak perlu antri berlama-lama.
Setiap jumat kotak amal masjid ini terisi minimal 13 juta rupiah, saldo itu harus dinol rupiahkan segera, akan digunakan untuk kemaslahatan jamaah sekitar masjid.
Jika masjid lain dengan bangga mengumumkan bahwa saldo infaknya puluhan bahkan ratusan juta rupiah, maka Masjid Al Aqsho selalu berupaya keras agar setiap pengumuman saldo infak harus nol rupiah.
Menurut takmir masjid, Ilhamsyar Lubis infak itu ditunggu pahalanya untuk jadi amal sholih, bukan untuk disimpan di rekening Bank. Pengumuman infak jutaan juga dikhawatirkan akan menyakitkan jika tetangga masjid ada yang tak bisa ke Rumah Sakit karena tak punya biaya atau tak bisa sekolah.
Masjid yang menyakiti jamaah adalah tragedi da’wah, sehingga dengan pengumuman saldo infak nol rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya. (Ambari Taufiq)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi