Menu

Mode Gelap

kempalanews · 26 Nov 2021 17:18 WIB ·

Akhirnya, Muktamar NU ke 34 Diperintah untuk Digelar 17 Desember


					H Saifullah Yusuf Perbesar

H Saifullah Yusuf

JAKARTA-KEMPALAN: Setelah menjadi perdebatan. Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar akhirnya menerbitkan  surat perintah agar jadwal Muktamar NU ke-34 diselenggarakan pada 17 Desember 2021 mendatang.

Ketua Pengurus Besar Nahadlatul Ulama (PBNU) H Saifullah Yusuf mengungkapkan, Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar  memerintah panitia agar segera mengambil langkah-langkah terukur untuk menyelenggarakan muktamar pada tanggal 17 Desember 2021.

Surat perintah tersebut menjadi dasar serta pijakan bagi PBNU lewat panitia pengarah dan juga panitia pelaksana agar dapat mempercepat laju pelaksanaan muktamar dari tanggal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Gus Ipul menuturkan, bahwa surat perintah tersebut dikeluarkan setelah terjadinya suatu perdebatan yang alot. Ia menambahkan, bahwa Muktamar NU akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini mengingat kondisi PBNU yang saat ini terbilang sedang tidak baik-baik saja.

“Surat perintah ini ada latar belakangnya. Tidak ujug-ujug,” kata Gus Ipul. “Itulah kenapa saya bilang bahwa PBNU itu sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Dirinya bercerita, bahwa sebelum Surat Perintah tersebut dibuat, telah terdapat suatu jadwal rapat untuk bisa menyikapi status PPKM level 3 pada periode 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 secara nasional.

“Jadi, Rabu sudah rapat. Rupanya tidak ditemukan kata sepakat untuk memajukan muktamar. Alasannya soal kesiapan panitia. Untuk mendapat laporan soal kesiapan, lalu rapat mencoba menghubungi panitia. Ternyata Pak Nuh selaku Ketua Panitia Pengarah sedang di lapangan, di Lampung. Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Pak Imam Aziz, hari Rabu itu tidak bisa dihubungi,” terang Gus Ipul.

“Lalu saudara Sekjen minta rapat ditunda. Keempatnya sepakat bertemu lagi hari Kamis kemarin itu, dan mengundang Panitia Muktamar,” sambungnya.

Gus Ipul menambahkan, bahwa Rais Aam dan Katib Aam datang kembali untuk melanjutkan rapat yang tertunda tersebut. Tetapi, ketua panitia, ketua umum serta sekjen sampai sore hari tak kunjung-kunjung datang.

Karena tidak ada kejelasan terkait kehadiran mereka, maka Rais Aam akhirnya memutuskan untuk menerbitkan adanya Surat Perintah.

“Rapat Kamis itu, harusnya dimulai ba’da zuhur. Tapi, jangankan Ketua Panitia, bahkan Ketua Umum dan Sekjen saja tidak muncul. Ini yang saya katakan bahwa PBNU itu tidak sedang baik-baik saja,” ujar Gus Ipul.

“Ketidakhadiran Ketua Panitia, Ketua Umum dan Sekjen di hari kedua rapat, menjadi petunjuk bahwa di sini terlihat tak ada komitmen menjalankan hasil rapat,” sambungnya. (cnnindonesia/Akbar Danis)

Artikel ini telah dibaca 415 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Wagub Emil Pastikan Ketersediaan Logistik dan Posko Pengungsi Terpenuhi

9 Desember 2021 - 12:46 WIB

KEI-ANTARA Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Sumenep

9 Desember 2021 - 10:14 WIB

Gelar Uji Kompetisi Wartawan

Cara Bupati Achmad Fauzi Mengurangi Angka Kemiskinan di Sumenep

9 Desember 2021 - 08:12 WIB

Bupati Achmad Fauzi

Tinjau Penyaluran Pakan Ternak, Wagub Emil: Sudah Termanfaatkan Baik

9 Desember 2021 - 06:08 WIB

Ketua DPD RI Dorong Pemerintah Riset Mitigasi Kebencanaan

9 Desember 2021 - 05:53 WIB

Bupati Gresik Ajak Generasi Milenial Kembangkan Kemampuan Berwirausaha dan Skill pada Era Digitalisi

9 Desember 2021 - 00:01 WIB

Trending di kempalanews