Menu

Mode Gelap

kempalanews · 24 Nov 2021 10:45 WIB ·

Sosialisasi Cegah Stunting, Ketua TP PKK Surabaya Dapat Apresiasi Anggota DPR RI


					Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani bersama anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilibina. Perbesar

Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani bersama anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilibina.

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani menjadi pembicara dalam talkshow Sosialisasi Penguatan Pendataan dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana bersama Mitra, Selasa (23/11). Talkshow tersebut berlangsung di Ballroom 89 Ciputra World Mall Surabaya.

Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina yang sekaligus menjadi pembicara talkshow, mengapresiasi dan mendukung langkah Pemkot Surabaya dalam mengantisipasi angka stunting di Kota Pahlawan. Apalagi, Pemkot Surabaya dinilai cepat dan tanggap dalam penurunan angka kasus Covid-19.

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani memaparkan sejumlah langkah antisipasi pencegahan stunting di Kota Surabaya pada masa pandemi Covid-19. Ia menyampaikan, pandemi Covid-19 berdampak pada ketahanan pangan keluarga yang memicu terjadinya stunting.

“Pandemi Covid-19 ini sedikit banyak berdampak pada berkurangnya lapangan pekerjaan dan tidak sedikit masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Dengan perekonomian yang tidak stabil tersebut, tidak sedikit masyarakat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi,” papar Rini Indriyani.

Meski demikian, Rini mengungkapkan, hingga saat ini Kota Surabaya terus berjuang untuk mencegah stunting dan melawan pandemi Covid-19. Pemkot Surabaya juga terus berusaha melakukan berbagai upaya untuk mendorong peningkatan perekonomian. Seperti, memberdayakan UMKM melalui fasilitas pemasaran secara digital dan pameran.

“Alhamdulilah tidak ada peningkatan angka stunting di Kota Surabaya, karena kita tetap melakukan pemantauan pertumbuhan balita,” ungkap dia.

Menurut dia, antisipasi dalam pencegahan stunting di Kota Surabaya juga harus melibatkan seluruh peran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait untuk melakukan intervensi secara spesifik (kesehatan) dan sensitif (non kesehatan).

“Intervensi spesifik dapat menurunkan stunting sebanyak 30 persen dan intervensi non spesifik dapat menurunkan stunting sebesar 70 persen. Dengan melibatkan kader PKK dan seluruh masyarakat, dapat mendukung kegiatan percepatan stunting di Surabaya,” jelas dia.

Perempuan yang sekaligus menjabat sebagai Bunda Paud Kota Surabaya ini berharap, para peserta talkshow bisa segera menyampaikan informasi dan menyelesaikan masalah dengan melakukan pendampingan di tiap kelurahan, hingga kecamatan di Kota Surabaya, terkait antisipasi pencegahan stunting.

“Para peserta yang menghadiri kegiatan sosialisasi ini adalah para Kepala Puskesmas, para Ketua TP PKK Kecamatan, dan para Ketua TP PKK Kelurahan se Kota Surabaya. Agar sosialisasi ini bisa segera diinformasikan kepada seluruh lapisan masyarakat,” kata dia.

Selain itu, Rini menjelaskan, sebagai wujud sinergitas antara Pemkot Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi program cegah stunting dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional).

Karena stunting ini…

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kronologi Perwira Polisi yang Dikeroyok saat Demonstrasi Pemuda Pancasila

28 November 2021 - 15:06 WIB

Kecelakaan Maut Truk Tronton vs Mobil Elf di Kediri, 4 Santri Meninggal Dunia

28 November 2021 - 15:02 WIB

9 Kiai Sepuh NU Minta Muktamar NU ke 34 Ditunda hingga 2022

28 November 2021 - 14:59 WIB

Jatim Terima Dua Penghargaan BKN Award 2021 Peringkat Pertama, Ini Formula Rahasianya

28 November 2021 - 07:02 WIB

Perdana, UHW Perbanas Wisuda 339 Mahasiswa

27 November 2021 - 17:23 WIB

Frontage Road Terus Dikebut, Bupati Sidoarjo Kawal Langsung Pembebasan Lahan

27 November 2021 - 15:53 WIB

Trending di kempalanews