Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 12:04 WIB
Surabaya
--°C

Sepatu Srimulat Retno Marsudi

KEMPALAN: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dikenal suka tampil trendi dan fashionable, meskipun terkadang nyentrik dan nyeleneh. Kali ini dia bikin heboh dan viral gegara mengenakan sepasang sepatu selen (beda warna) antara kiri dan kanan.

Foto gaya fashion nyeleneh itu diunggah di situs resmi kepresidenan (11/11). Kontan netizen heboh dengan berbagai komentar. Seperti biasa, ada yang memuja-muji, ada juga yang mencaci maki. Yang memuji menganggap gaya bersepatu beda warna itu keren dan chic, yang mencaci menganggap Bu Menteri kurang kerjaan.

Pada foto itu terlihat Retno sedang berjalan di landasan bandar udara dikawal oleh tiga orang berseragam TNI. Retno memakai baju longgar warna putih, celana cingkrang di atas tumit, dan tas slempang kecil menyilang di bahu.

Yang mencolok adalah sepatu yang dikenakan Retno. Beda warna antara kiri dan kanan. Satu berwarna pink satunya warna hijau. Karena Retno sengaja memakai celana cingkrang, warna sepatu yang ‘’sisihan’’ menjadi mencolok. Rupanya Retno memang sengaja memakai celana cingkrang supaya sepatu sisihan itu terekspose.

Ternyata benar. Netizen lebih fokus ke sepatu sisihan daripada ke kebijakan luar negeri yang menjadi portofolio Retno. Ia baru saja mendampingi Jokowi dalam lawatan luar negeri menghadiri pertemuan G-20 di Roma dan konferensi lingkungan di Glasgow. Tapi, rupanya, dia lebih tertarik pamer gaya sepatu daripada berbicara mengenai kebijakan luar negeri.

Kabarnya, Bu Menteri yang mungil dan super imut ini sering mencuri perhatian dalam berbagai perhelatan internasional, karena gaya pakaiannya yang berselera. Ia sering memakai bando dengan berbagai macam warna. Ia memakai aksesoris berukuran besar mencolok. Dan yang terbaru dia pakai sepatu selen beda warna.

BACA JUGA  FTBI Sidoarjo 2026: Merawat Aksara, Menggenggam Jati Diri Jawa

Ahli psikologi mungkin melihat gaya fashion Retno sebagai cerminan pribadinya yang penuh warna dan selalu ceria. Pilihan fashionnya menunjukkan bahwa Retno pede dalam pergaulan. Meskipun badannya kecil dan imut, tapi dia tidak minder berhadapan dengan orang lain, termasuk dengan bule yang ukuran tubuhnya lebih jumbo ketimbang Retno.

Tapi, ahli psikologi mungkin juga melihat gaya berpakaian yang eksentrik sebagai upaya menutupi kekurangan supaya bisa menjadi pusat perhatian. Gaya caper dengan berpakaian nyeleneh memang mudah mendapatkan perhatian karena beda dengan kebiasaan yang lazim.

Pepatah Bahasa Arab mengatakan ‘’khalif tu’raf, berbedalah maka kamu akan dikenal. Kalau mau jadi perhatian umum atau ingin supaya terkenal harus berani tampil beda. Bahasa manajemen menyebutnya out of the box, keluar dari kotak konvensional, keluar dari zona nyaman menuju zona tidak nyaman. Meskipun tidak nyaman tidak jadi masalah asal menjadi perhatian.

Konsep ini sudah lama diterapkan oleh almarhum Teguh Slamet Rahardjo atau yang lebih dikenal sebagai Teguh Srimulat, pendiri grup lawak legendaris Srimulat, yang berjaya pada dekade 1980 sampai 1990-an. Srimulat menjadi pabrik tawa paling produktif sekaligus menjadi pabrik pelawak yang melahirkan komedian-komedian terkenal yang sangat lucu.

BACA JUGA  Komitmen Rp2 Miliar Sidoarjo: Ikhtiar Spiritual dan Injeksi Anggaran Bupati Subandi untuk Kemandirian Pendidikan Swasta

Beberapa nama terkenal produk Srimulat antara lain Gepeng, Asmuni, Tarsan, Mamiek Prakoso, Basuki, Timbul, Nunung, Bambang Gentolet, Gogon, Tessy, dan beberapa nama lain. Mereka punya gaya pakaian dan gaya rambut yang unik dan khas. Mereka juga sekaligus punya gaya bicara yang khas dan menjadi trade-mark yang beda dari lainnya.

Konsep yang dipakai Teguh sangat sederhana, yaitu ‘’aneh itu lucu’’ dan ‘’beda itu lucu’’. Kalau ada tamu masuk ke rumah lalu duduk di kursi, itu tidak aneh, tidak beda, dan tidak lucu. Tapi, kalau ada tamu yang tiba-tiba nyelonong masuk rumah dan pura-pura keliru duduk di atas meja, semua orang pasti kaget dan tertawa.

Beda dan aneh juga diterapkan dalam berpakaian dan bergaya rambut. Tessy bergaya bencong dan memakai perhiasan batu akik di sepuluh jarinya. Asmuni, yang berasal dari kota santri Jombang, suka memakai idiom Bahasa Arab seperti ‘’hil yang mustahal’’, atau idiom Bahasa Inggris ‘’tunjek poin’’ untuk memelesetkan ‘’to the point’’.

Tarsan bergaya orang kaya dengan stelan jasa mewah. Gogon mempunyai gaya rambut unik dengan jambul tinggi. Gepeng bergaya bicara gagap dengan pakaian warna mencolok. Nunung sangat khas dengan gaya kemayu meskipun dia tidak ayu. Asmuni memakai arloji di tangan kanan dan kirinya. Bukan Cuma satu atau dua tapi empat sekaligus.

Semua gaya Srimulat…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.