Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 30 Okt 2021 06:28 WIB ·

Patung Sukarno


					Patung Sukarno di Lemhanas Perbesar

Patung Sukarno di Lemhanas

KEMPALAN: Akhir September yang lalu patung Pak Harto, Sarwo Edhie, dan Ahmad Yani menghilang dari musem Kostrad dan memicu polemik nasional. Sekarang, Megawati Soekarnoputri menginstruksikan jajarannya untuk membangun patung Sukarno di berbagai daerah, untuk menegaskan peran sejarah Bung Karno dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Megawati, rupanya, sedang menjalankan proyek besar untuk menulis ulang sejarah Indonesia. Proyek pelurusan sejarah ini potensial menimbulkan kontroversi. Menonjolkan peran sejarah Sukarno berisiko menghilangkan peran sejarah orang lain, dan hal itu selalu menimbulkan kontroversi dan konter-aksi.

Ada dua macam sejarah, yaitu ‘’sejarah sebagaimana yang terjadi’’ dan sejarah ‘’sebagaimana yang diceritakan’’. Sejarah jenis pertama tidak mungkin terulang, dan yang bisa dilakukan adalah melakukan rekonstruksi dengan mengumpulkan berbagai bukti-bukti sejarah. Rekonstruksi itu bisa benar bisa juga salah, bergantung bukti-bukti sejarah yang bisa dikumpulkan.

Sejarah jenis kedua ‘’sebagaimana yang diceritakan’’ adalah sejarah yang ditulis dan diceritakan sesuai dengan keinginan pemenang. Sejarah selalu ditulis oleh para pemenang di zamannya. Karena itu ada yang memelesetkan ‘’history’’ menjadi ‘’his story’’. Dalam kasus Indonesia sekarang adalah ‘’her story’’, sejarah versi Megawati.

Upaya untuk meluruskan sejarah menjadi proyek yang belakangan ini sering terdengar. Sejak kekuasaan Soeharto jatuh karena gerakan Reformasi 1998 proyek pelurusan sejarah itu mulai sering bergaung. Sejarah Indonesia dianggap bengkok, atau dibengkokkan, dan karena itu harus diluruskan.

Sejarah diasumsikan sebagai rangkaian peristiwa kronologis yang berjalan linier, lurus, dan searah. Karena itu ketika terjadi anakronisme sejarah dibutuhkan upaya untuk meluruskannya. Bagaimana kalau ternyata sejarah bukannya rangkaian kronologi peristiwa yang linier, bagaimana kalau ternyata sejarah adalah sebuah spiral, lingkaran yang berliku-liku yang tidak mungkin bisa diluruskan?

Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Rumini dan Siskaee

9 Desember 2021 - 08:18 WIB

Omicron dan Nataru

8 Desember 2021 - 09:19 WIB

Percuma Lapor Polisi

7 Desember 2021 - 08:29 WIB

Novia

6 Desember 2021 - 10:04 WIB

Semeru

5 Desember 2021 - 09:19 WIB

Sugali

4 Desember 2021 - 09:17 WIB

Trending di Kempalpagi