PBB-KEMPALAN: Komite PBB telah mengajukan beberapa rancangan resolusi terkait permasalahan Korea Utara dengan program nuklirnya. Dari salah satu resolusi tersebut, dapat terlihat bahwa PBB memiliki komitmen untuk “Melepas” Korea Utara dari nuklirnya.
Sebelumnya, Korea Utara telah berada dalam beberapa sanksi yang diberikan oleh Dewan Keamanan PBB berkat program nuklirnya sejak tahun 2017. Selain itu, delegasi Korea Utara selalu menolak untuk berkomitmen sembari mengatakan bahwa pihak AS yang bertindak agresif sehingga menjadi penyebab instabilitas di Semenanjung Korea. Beberapa kali pula Korea Utara menuduh AS dan PBB menerapkan “Double Standard” dalam mengkritisi Korea Utara padahal pihak AS melakukan kerja sama militer gabungan dengan Korea Selatan yang kemudian dikatakan mengganggu stabilitas Semenanjung Korea.
Pada Rabu (27/10), Komite Pertama PBB dalam Urusan Keamanan dan Pelucutan menyetujui 25 rancangan resolusi yang berkaitan dengan Korea Utara.
Dalam beberapa resolusi tersebut, terdapat tiga resolusi yang menjadi bahasan menarik dalam sidang seperti misalnya yang berjudul “Joint Courses of Action and Future Oriented Dialogue Towards a World without a Nuclear Weapons”. Dalam resolusi ini juga terdapat poin yang menunjukkan bahwa Korea Utara harus melepaskan semua program dan senjata nuklirnya.
Resolusi lainnya memiliki judul “Commitment to complete, verifiable and irreversible abandonment of all nuclear weapons and existing nuclear programmes of the Democratic People’s Republic of Korea (DPRK)”. Dalam resolusi tersebut, secara jelas menunjukkan bahwa memang Korea Utara harus berserah diri dan melepas semua nuklirnya. Kemudian resolusi yang menarik lainnya memiliki judul “Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty”.
Rancangan resolusi tersebut dikabarkan akan dibahas langsung pada pertemuan pleno pada Sidang Majelis Umum PBB pada awal Desember mendatang. Jika dilihat dari rancangan tersebut, Korea Utara berada dalam posisi yang terpojok karena hampir semua resolusi yang ada memerintahkan negaranya menyerahkan semua program dan nuklirnya. Namun semua rancangan tersebut dapat tidak terlaksana jika hasil voting menunjukkan perbedaan suara yang distingtif.
(KoreaTimes, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi