Menu

Mode Gelap

Kempalandok · 29 Okt 2021 19:10 WIB ·

Khofifah Tinjau Vaksinasi IKA UNAIR Jelajah Kampung dan Pesisir di Banyuwangi


					Untuk kesekian kalinya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat. Kali ini Gubernur Jatim ini mengunjungi vaksinasi yang bertajuk #vaksinasiterimakasih diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) di Balai Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, Jumat (29/10) pagi. Perbesar

Untuk kesekian kalinya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat. Kali ini Gubernur Jatim ini mengunjungi vaksinasi yang bertajuk #vaksinasiterimakasih diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) di Balai Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, Jumat (29/10) pagi.

Banyuwangi-KEMPALAN: Untuk kesekian kalinya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat. Kali ini Gubernur Jatim ini mengunjungi vaksinasi yang bertajuk #vaksinasiterimakasih diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) di Balai Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, Jumat (29/10) pagi.

Vaksinasi ini menyasar 1.000 penduduk pesisir dan nelayan yang berada di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi menggunakan vaksin Astrazeneca dosis pertama. Skala prioritas vaksinasi ini adalah penduduk dengan usia rentan dan lansia. Vaksinasi ini dilakukan di 5 titik lokasi.

“Hari ini, Jumat berkah, alhamdulillah bisa terselenggara vaksinasi di Desa Kedungrejo ini. Semoga panjenengan sedoyo (semua) sehat selalu, berkah umur, berkah rezeki kita, berkah ilmu kita, berkah Banyuwangi, berkah Jawa Timur dan berkah Indonesia,” Kata Gubernur Khofifah saat melakukan peninjauan vaksinasi.

Sesampainya di Balai Desa Kedungrejo, Gubernur Khofifah langsung meninjau pelaksanaan vaksinasi sembari menyapa para peserta vaksin, serta memberikan semangat bagi para dokter, tenaga kesehatan dan tenaga administrator yang sedang bertugas membantu kelancaran vaksinasi.

“Para tenaga kesehatan, vaksinator, para dokter semuanya terima kasih,” ucap Gubernur Khofifah.

Untuk kesekian kalinya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat. Kali ini Gubernur Jatim ini mengunjungi vaksinasi yang bertajuk #vaksinasiterimakasih diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) di Balai Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, Jumat (29/10) pagi.

Sesaat kemudian orang nomor satu di Jatim ini mengajak semua yang hadir dan terlibat pada vaksinasi ini untuk berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Sebab menurut Khofifah, vaksinasi yang dilakukan saat ini adalah bagian dari bakti untuk negeri. Sehingga diharapkan agar semangat tersebut terus ada dan menjadi support tersendiri bagi semua baik tenaga kesehatan, vaksinator, administrator dan masyarakat pada umumnya.

“Saya mengajak semua untuk berdiri bersama-sama. Mari kita semua berdiri kita menyanyikan lagu Bagimu Negeri,” ajak Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Mantan Mensos RI itu juga memberikan bantuan sejumlah paket sembako kepada masyarakat sekitar. Hal tersebut merupakan bentuk sapaan dan perhatian Gubernur Khofifah kepada masyarakat kecil di Kabupaten Banyuwangi.

Terkait vaksinasi, Khofifah menjelaskan,  berdasarkan data dari dasboard satu data Covid-19 KCPEN per 28 Oktober 2021, Capaian Vaksinasi di Jawa Timur untuk umum dosis 1 mencapai 60.67%, dosis kedua 34.41%, vaksin dosis 3 mencapai 93.10%. Untuk capaian vaksinasi bagi lansia dosis satu 36.78% dosis kedua 19.42%.

Capaian vaksinasi Kabupaten Banyuwangi untuk vaksin dosis pertama 64.98%. sementara untuk vaksin kedua masih mencapai 38.26%. Vaksin ketiga mencapai 82.42%. Capaian vaksin lansia dosis pertama sebanyak 47.15% dan dosis kedua sebanyak 27.10%.

Seperti diketahui, capaian vaksinasi sebuah daerah akan mempengaruhi hasil asesmen levelnya. Untuk mendapatkan assesmen PPKM level 1 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmedagri) No. 47 Tahun 2021 maka sebuah wilayah aglomerasi harus memenuhi assessment level dari Kementerian Kesehatan yang didasarkan pada 6 indikator dan juga mencapai target vaksinasi untuk lansia.

Berdasarkan situasi COVID-19 Kemenkes RI per 26 Oktober 2021 menunjukkan bahwa asesmen level Covid-19 di Jatim terdapat 5 Kabupaten Kota berada di level 1. Yaitu Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Blitar dan Kota Madiun. Ada 12 Kabupaten Kota berada di level 2. Diantaranya Kab. Sidoarjo, Kab. Lamongan, Kota Malang, Kota Batu, Kab. Jombang, Kab. Banyuwangi, Kab. Mojokerto, Kab. Madiun, Kab. Kediri, Kab. Gresik, Kota Kediri, dan Kab. Malang.

Sedangkan 21 Kabupaten Kota sisanya berada pada level 3. Yaitu Kabupaten Tulungagung, Kab. Tuban, Kab. Trenggalek, Kab. Sumenep, Kab. Situbondo, Kab. Sampang, Kab. Probolinggo, Kab. Ponorogo, Kab. Pasuruan, Kab. Pamekasan, Kab. Pacitan, Kab. Ngawi, Kab. Nganjuk, Kab. Magetan, Kab. Lumajang, Kota Probolinggo, Kab. Jember, Kab. Bondowoso, Kab. Bojonegoro, Kab. Blitar, dan Kab. Bangkalan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur Khofifah kepada Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Banyuwangi. Vaksinasi ini ini adalah bentuk support dan perhatian Gubernur Khofifah kepada Masyarakat Banyuwangi. Ia juga berharap bahwa akhir bulan ini (Oktober) capaian vaksinasi Kabupaten Banyuwangi bisa mencapai 70%.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan vaksinasi vaksin yang diberikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus mempercepat penyerapan nanti di Kabupaten Banyuwangi,” Kata Bupati Ipuk.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Muncar dr. Firdaus menyampaikan bahwa untuk mengajak penduduk sekitar mau melakukan vaksinasi dibutuhkan sosialisasi dan edukasi. Oleh sebab itu diperlukan koordinasi dan kerjasama dengan para tokoh masyarakat dan pengusaha yang diharapkan mampu memberikan pemahaman pentingnya vaksinasi.

“Capaian vaksinasi masih sekitar 60%, karena masyarakat di sini kan mayoritas nelayan, berangkat kerjanya malam, pagi baru pulang, jadi susah dirangkul butuh kerjasama dengan Tokoh masyarakat dan pengusaha sekitar untuk menyampaikan kepada masyarakat. Kadang kita juga melakukan vaksinasi malam hari, tujuannya agar segera tercapai herd immunity atau kekebalan komunitas,” kata dr. Firdaus. (*)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Vaksinasi Dosis Pertama  Jatim  Tembus 71%, Khofifah: Terima Kasih Sinergi Forkopimda dan Masyarakat

3 Desember 2021 - 12:25 WIB

Polresta Sidoarjo Gelar Vaksinasi Bersama Penyanyi Lara Silvy Plus Bonus Sembako

2 Desember 2021 - 06:02 WIB

Agusdono, Anggota DPRD Jatim: Waspada! Varian Baru Omicorn Masuk Indonesia

30 November 2021 - 12:55 WIB

Cara Jitu Amankan Pilkades Prasung, Kapolresta Sidoarjo Buka Layanan Vaksinasi Gratis di Lokasi

29 November 2021 - 06:09 WIB

Kejar Target Nasional 70 Persen, Sidoarjo Tingkatkan Capaian Vaksinasi

27 November 2021 - 14:57 WIB

Varian Baru Covid-19 Merebak di Afrika, Ketua DPD RI Minta Segera Tutup Pintu untuk Negara Teridentifikasi

27 November 2021 - 13:39 WIB

Trending di Kempalandok