Selama 70 tahun terakhir ini, kapitalisme Gajah dan komunisme Naga telah silih berganti melemahkan Pancasila Garuda. Bagi para ulama lurus pendiri bangsa ini, Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan dan ditafsirkan oleh batang tubuh UUD1945 sebelum diamandemen adalah kesepakatan langit untuk mewujudkan maqashid syariah: membangun Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dengan melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Dalam perspektif fakku raqabah membebaskan manusia dari sistem yang memperbudak itulah, ummat Islam Indonesia mengemban tugas sejarah meneladani Sang Nabi untuk menghadirkan kembali Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bak batu sijjil yang ditimpakan burung Garuda ke pasukan Gajah dan Naga yang hendak membajak negeri ini. Walaupun statistik militer pasukan Gajah dan Naga itu nampak kuat perkasa, batu sijjil Pancasila akan mematikannya seperti dedaunan dimakan ulat.
Antara Sragen-Madiun,
19/10/2021

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi