ROMA-KEMPALAN: Lebih dari puluhan ribu orang di Roma melakukan demonstrasi melawan fasisme setelah seminggu silam, ektremis sayap kanan memaksa memasuki markas besar dari konfederasi buruh terbesar dan tertua di Italia.
Ketua dari Konfederasi Buruh CGIL yang bernama Maurizio Landini memimpin demonstrasi tersebut pada Sabtu (16/10) dengan memakai narasi dan slogan “Never Again Fascism” (Terj: Tidak lagi Fasisme). Beberapa lainnya juga membawa narasi dan slogan yang isinya menyetujui kebijakan vaksin yang ada.
Sebelumnya, pada minggu lalu, terjadi sebuah demonstrasi damai yang melawan adanya kebijakan “Green Pass” yang mewajibkan pekerja membawa surat hasil negatif COVID-19. Dengan adanya kebijakan tersebut, protes tersebut kemudian berubah menjadi protes yang kacau dan beberapa kelompok memaksa masuk ke Piazza Del Popolo dan berusaha masuk ke kantor Perdana Menteri Mario Draghi.
Beberapa kelompok juga berupaya untuk memasuki markas besar CGIL dan merusak beberapa bangunan yang ada. CGIL kemudian menyalahi tindakan kekerasan tersebut dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh kelompok Fasis.
“Sangat mungkin bagi kami untuk mendirikan sebuah gerakan anti-fasis dimana sebuah jaringan demokrasi ada di seluruh penjuru Italia. Demokrasi tidak bisa dilakukan melalui peperangan, tetapi melalui dengan adanya pemberian akses ke pekerjaan dan hak-hak yang ada” ucap Landini.
“Menjadi anti-Fasis berarti bahwa kami akan mengamankan demokrasi untuk semuanya dan menjaga prinsip dari konstitusi kami” ucap tambahnya.
Lebih dari 50,000 orang berkumpul dan berjalan di Piazza San Giovanni. Salah satu orang penting yang mendatangi demonstrasi tersebut adalah Menteri Luar Negeri Italia yaitu Luigi Di Maio dan mantan Perdana Menteri Giuseppe Conte.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi