WHO-KEMPALAN: WHO mengatakan bahwa pengadaan status vaksin Sputnik V milik Rusia sedang dalam tahap tertunda karena adanya data yang kurang dan prosedur legal yang perlu dipenuhi. WHO juga mengatakan bahwa pihaknya berharap semua proses dapat berjalan secara lancar.
“Kami bekerja hampir dalam tiap harinya dengan Kementerian Kesehatan Rusia untuk menanggapi isu terkait permasalahan vaksin” ucap Mariangela Simao yang merupakan asisten Dirjen WHO.
Simao mengatakan bahwa setelah semua persetujuan yang ada telah dipenuhi, WHO akan membuka kembali kasusnya dan mengecek kembali data yang telah diberikan meskipun masih kurang lengkap serta melakukan inspeksi langsung ke Rusia.
Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko mengatakan pada awal bulan sebelumnya bahwa semua hambatan yang ada untuk mengajukan vaksin Sputnik V kepada WHO telah diselesaikan dan pada saat ini hanya perlu mengumpulkan apa yang kurang saja.
Di Rusia, proses vaksinasi berjalan sangat lambat karena banyaknya orang yang skeptis terhadap vaksin. Sejauh ini, melansir dari Aljazeera, hanya 33% warga Rusia yang sudah melakukan vaksinasi secara penuh.
Presiden Rusia yaitu Putin mengatakan pada Selasa (12/10) bahwa Rusia membutuhkan upaya lebih untuk dapat mempercepat proses vaksin yang ada dan melakukan kampanye vaksinasi COVID-19 secara besar-besaran setelah adanya rekor kematian terbanyak akibat COVID-19.
Menurut pihak Rusia, satu dosis Sputnik V memiliki klaim efektivitas sebear 70% terhadap adanya variant Delta.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi