NATO-Kempalan: NATO telah mengusir delapan orang dari Rusia yang berada di aliansi dengan adanya tuduhan “Intel Rusia”. Perkataan tersebut diucapkan langsung oleh Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltensberg.
“Keputusan ini kami buat namun tidak ada hubungannya dengan salah satu kejadian, kami melakukannya karena kami melihat adanya peningkatan aktivitas mencurigakan oleh Rusia, dan kami harus waspada. Mereka adalah pegawai intel yang tidak resmi” ucap Sekjen NATO.
Dengan adanya keputusan tersebut, Rusia hanya bisa mengirimkan 10 orang ke NATO, yang sebelumnya berjumlah dua kali lipat.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Menteri Rusia, Alexander Grushko menuduh NATO karena tindakannya menjadikan Rusia sebagai “Bogeyman” (Terj: Monster yang ditakuti).
“Negara Barat secara kolektif mencoba untuk melanjutkan kebijakan diplomatiknya yang konfrontasi terhadap Rusia. Setelah berakhirnya era Afghanistan, bagaimana bisa mereka dapat bertahan tanpa menjadikan Rusia sebagai ‘Bogeyman’? Mereka tidak bisa” ucap Grushko.
Leonid Slutsky, ketua dari State Duma (DPR Versi Rusia) divisi hubungan internasional mengatakan bahwa tuduhan kepada diplomatnya sangat tidak berdasar dan memperingatkan NATO bahwa tindakannya dapat mengancam kelangsungan relasi antara Rusia-NATO.
Relasi antara Rusia-NATO telah menjadi semakin parah semenjak Rusia menganeksasi Krimea pada tahun 2014. Kemudian juga sebelumnya pada tahun 2018, NATO juga sempat mengusir diplomat dari Rusia dengan alasan adanya penyerangan menggunakan racun syaraf di Salisbury, Britania Raya. Dengan adanya pengusiran tersebut, NATO mengurangi pengiriman anggota Rusia ke NATO dari 30 menjadi 20 orang. Kemudian ditambah lagi dengan adanya pengusiran yang baru saja terjadi, pengiriman anggota Rusia ke NATO akan berkurang menjadi 10 orang.
(Aljazeera/BBC, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi