Menurut Ditjen Semuel, meningkatkan kolaborasi tentu bisa memberikan solusi dan langkah-langkah membuat startup. “Kemudian kita membuat workshop, kita ajarkan bagaimana membangun startup-nya dari bawah, setelah itu baru buat prototipenya lewat hacksprint dan kemudian kita masukkan ke bootcamp untuk mengasah dan melihat market validition,” tuturnya.
Ditjen Aptika Kementerian Kominfo menjelaskan lima tahapan sebelumnya ialah untuk mengasah calon-calon pendiri startup agar mengetahui bagaimana membuat suatu produk sebelum masuk ke tahapan incubation.
“Ini tahapan yang kita ajarkan, harapannya makin banyak solusi-solusi yang diciptakan oleh teman-teman untuk menyelesaikan permasalahan kita,” ujarnya. Menurut Ditjen Aptika Kementerian Kominfo, masa pandemi Covid-19 harus bisa dijadikan momentum untuk mengeksplorasi dalam mengembangkan startup di Indonesia dengan menggunakan gerakan-gerakan startup digital.
“Sebenarnya gerakan itu sudah ada, pertama jumlah pengguna internet kita bertumbuh, berarti apa? aktivitas mereka sudah di dua ruang, ruang digital dan ruang fisik,” ujarnya.
Next: “Realitas manusia sekarang ini…”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi