Surabaya-KEMPALAN: Puji syukur kepada Tuhan, untuk semua kebaikan dan kasih setiaNYa. Kita dapat berkumpul di ruang maya ini, dengan suasana penuh sukacita mengikuti Rapat Terbuka Senat Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam rangka wisuda ke-80. Selamat para wisudawan, walaupun di tiga semester terakhir harus menempuh semua proses pembelajarannya secara daring, dengan berbagai tantangan dan kesulitannya.”, urai Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng. selaku rektor UK Petra, Surabaya dalam sambutannya (25/9).
Wisuda ke-80 UK Petra digelar secara virtual pada hari Sabtu, 25 September 2021 mulai pukul 09.00 WIB melalui link https://petra.id/wisuda80. Kali ini UK Petra akan mewisuda 1.297 lulusan dengan rincian sejumlah 1.226 lulusan sarjana strata satu (S1), 39 lulusan Magister (S2) dan 32 lulusan Program Profesi.

Pada wisuda ke-80 ini, para wisudawan dan orang tua berkesempatan mendengarkan pesan dari tamu spesial yaitu Ignasius Jonan, S.E. M.A., yang pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia pada 14 Oktober 2016-20 Oktober 2019 yang lalu.
Dalam pesannya, Jonan mengungkapkan saat ini dunia sudah berkembang dan berubah banyak apalagi perkembangan teknologi. “Para wisudawan UK Petra harus mengikuti perkembangan zaman dan terus mengasah diri untuk mengembangkan semua ilmu yang sudah di dapatkan selama perkuliahan kemudian bisa dimanfaatkan bagi masyarakat, bangsa dan negara. Sekali lagi selamat ya, ini hanya baru permulaan.”, ungkap pengusaha yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT. KAI (Persero) tahun 2009-2014 itu.

Hampir senada dengan wisuda yang lalu, para wisudawan diajak untuk menghargai pengorbanan dan didikan orangtua. Orangtua yang mendapat kehormatan untuk menyerahkan map ijazah serta memindahkan kuncir toga putra-putri nya yang diwisuda. Bagi wisudawan yang mendapat predikat Cumlaude, maupun penghargaan sebagai wisudawan Aktif Berprestasi, orangtua pulalah yang menyerahkan piagamnya. Momen amat menyentuh ini divideo, dan ditayangkan dalam pagelaran wisuda secara daring ini.

Berikut beberapa Profil Wisudawan UK Petra dalam Wisuda ke-80:
Tesalonika Dyka Tertiyus
Wisudawati asal Program Studi Desain Kounikasi Visual (DKV) ini berhasil meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,74. Perempuan yang memiliki hobi menggambar itu membuat karya Tugas Akhir (TA) bertajuk Perancangan Media Promosi Kain Liyan Upcycled Clothing.
“Saya sangat concern ada banyaknya limbah industri fashion termasuk limbah kain sisa produksi. Ini harus ditangani dengan tepat dan cepat. Maka dibuatlah Kain Liyan, brand yang mengubah kain sisa hasil produksi massal menjadi pakaian dengan melakukan upcycle guna mengurangi limbah fashion yang ada.”, ungkap Tesa.
Kini Tesa sedang menekuni brand baru bertajuk “kainliyan” yang sudah mulai dipasarkan di media sosial seperti Instagram. Semoga dengan meningkatnya awareness audiens terhadap brand Kain Liyan harapan kedepannya target audiens akan melakukan pembelian pakaian sustainable dari Kain Liyan.
Elizabeth Evelyne Santoso
Perempuan asal Samarinda ini berhasil meraih IPK 3,74 dengan judul TA “Rumah Susun Modular untuk Masyarakat Menengah Bawah di Surabaya”.
Berawal dari kondisi masyarakat menengah ke bawah di daerah Wonokusumo, Surabaya yang memperihatinkan inilah maka Elizabeth merancang suatu hunian tempat tinggal yang layak sekaligus mengakomodadi kegiatan berjualan sebagai mata pencaharian warganya.
“Saya ingin menciptakan suatu hunian yang dihuni masyarakat menengah kebawah dengan menggunakan konsep adaptif yaitu modul hunian yang dikembangkan sesuai jumlah anggita keluarga yang bisa bertambah di kemudian hari. Tetapi tetap nyaman dan sehat.”, urai anak pertama dari dua bersaudara itu.
Daniel Kevin Sutanto
Walaupun terlibat aktif dalam organisasi kampus dan mengikuti berbagai kompetisi, tak mempengaruhi prestasi akademik prestasi akademik Daniel Kevin Susanto. Ia berhasil meraih IPK 3,56 dan menjadi salah satu wisudawan dengan predikat cumlaude di Program Studi Desain Interior.
“Perancangan Furniture Berbasis Material Kayu Olahan dengan Penerapan Bentuk organik”, itu lah judul TA yang dibuat Daniel dan berhasil memikat Juri dalam acara INDEX 2021 sehingga membawa pulang SuperJury Award.
Daniel yang tinggal di Bali itu membuat furnitur multifungsi (meja dan kursi) berbasis material kayu olahan dengan penerapan bentuk organik. “Saya menggunakan teknik beding atau teknik menekuk bahan. Biasanya perabotan yang kita pake hanya kotak saja tetapi saya mencoba membuat perabotan tanpa sudut.”, tutup Daniel. (*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi