Lolos dari maut tidak membuat Malala berhenti berjuang untuk pendidikan anak perempuan. Dia mendirikan Malala Fund, yayasan non profit untuk mendukung pendidikan anak perempuan seluruh dunia. Terutama anak-anak korban konflik, perang, dan para pengungsi.
Malala berpidato di Sidang Umum PBB pada Juli 2013. Juga di kampus Harvard University. Malala meraih Nobel Perdamaian pada 2014 tepat saat ulang tahunnya ke-16. Dia menjadi penerima nobel termuda di dunia.
Media Jerman, Deutsche Welle, pada Januari 2013 menobatkan Malala sebagai “anak usia belasan tahun yang paling masyhur di dunia”. Malala juga mendapat pujian kekaguman dari mantan Ibu Negara AS Michelle Obama. CEO Apple Tim Cook juga mengatakan kepada Vogue: “Saya rasa tidak ada orang yang seperti dia.”
Malala terus berjuang membela kebebasan dan hak-hak perempuan, sementara Taliban kembali berkuasa di Afghanistan. Dan dunia masih menanti bagaimana Taliban akan memperlakukan para perempuan di negara yang baru saja mereka kuasai itu. Apakah para perempuan bisa bersekolah dan berkarya seperti yang diperjuangkan seorang Malala Youstafai hingga bertaruh nyawa? Kita lihat saja. (*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi