Kamis, 9 Juli 2026, pukul : 00:36 WIB
Surabaya
--°C

Malala, Taliban, dan  Nafsu  Perang  Para Petarung

Lolos dari maut tidak membuat Malala berhenti berjuang untuk pendidikan anak perempuan. Dia mendirikan Malala Fund, yayasan non profit untuk mendukung pendidikan anak perempuan seluruh dunia. Terutama anak-anak korban konflik, perang, dan para pengungsi.

Malala berpidato di Sidang Umum PBB pada Juli 2013. Juga di kampus Harvard University. Malala meraih Nobel Perdamaian pada 2014 tepat saat ulang tahunnya ke-16. Dia menjadi penerima nobel termuda di dunia.
Media Jerman, Deutsche Welle, pada Januari 2013 menobatkan Malala sebagai “anak usia belasan tahun yang paling masyhur di dunia”. Malala juga mendapat pujian kekaguman dari mantan Ibu Negara AS Michelle Obama. CEO Apple Tim Cook juga mengatakan kepada Vogue: “Saya rasa tidak ada orang yang seperti dia.”

BACA JUGA  Kamu Bahagia, Narsisis Terluka

Malala terus berjuang membela kebebasan dan hak-hak perempuan, sementara Taliban kembali berkuasa di Afghanistan. Dan dunia masih menanti bagaimana Taliban akan memperlakukan para perempuan di negara yang baru saja mereka kuasai itu. Apakah para perempuan bisa bersekolah dan berkarya seperti yang diperjuangkan seorang Malala Youstafai hingga bertaruh nyawa? Kita lihat saja. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.