“Terimakasih kepada BKN dan Tel U yang sudah menyiapkan sarana dan prasarana dalam seleksi CASN ini. Selain dilaksanakan di lokasinya sangat representatif, penerapan prokes (protokol kesehatan) juga sangat diperhatikan. Mulai dari masuk, registrasi hingga ruang seleksi semuanya steril,” ungkap Kang DS.
Dadang juga memaparkan, seleksi CASN merupakan langkahnya dalam memenuhi kebutuhan ASN di Kabupaten Bandung. Mengingat, hampir 1.000 ASN khususnya guru di Kabupaten Bandung memasuki usia pensiun setiap tahunnya
“Kami akan terus mengusulkan pemenuhan ASN di Kabupaten Bandung. Apa lagi dengan adanya rencana pembangunan lima rumah sakit baru, tentu kami sangat membutuhkan minimal 500 nakes (tenaga kesehatan). Kami berharap, Pak Presiden Joko Widodo dapat merealisasikan apa yang kami harapkan, karena pembangunan rumah sakit sendiri merupakan program pratama pemerintah pusat,” jelas Kang DS.

Pada kesempatan itu, dirinya juga mengimbau seluruh peserta CASN untuk tidak tergiur dengan oknum yang dapat meloloskan seleksi.
“Jangan pernah percaya terhadap oknum yang menjanjikan lolos CASN. Dengan sistem CAT (Computer Assisted Test) tidak ada kecurangan. Semua kembali kemampuan masing-masing peserta,” tandas Bupati Bandung.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung, Wawan A. Ridwan menuturkan, setiap harinya terdapat tiga sesi dalam tes CPNS yang dilaksanakan dari 17 – 23 September mendatang.
Next: Total peserta…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi