Washington D.C-Kempalan: Dengan adanya permasalahan bom bunuh diri di Kabul beberapa waktu silam yang kemudian dibalas dengan serangan Drone oleh pasukan militer AS, akhirnya pada hari Sabtu (18/9), pihak AS menyadari bahwa serangannya merupakan kesalahan besar.
“Investigasi kami membuktikan bahwa serangan tersebut merupakan kesalahan yang sangat besar oleh kami” ucap Jenderal McKenzie yang merupakan Ketua Komando Sentral AS.
Pasukan militer AS meluncurkan seranan setelah mereka dikabarkan mengumpulkan intel dan menyimpulkan bahwa salah satu kendaraan memberikan ancaman karena dikabarkan oleh lebih dari 60 intel yang mengatakan bahwa terdapat bahan peledak didalamnya. Kemudian juga sebanyakan enam drone Reaper mengikuti kendaraan tersebut selama beberapa jam lamanya.
Hingga pada akhirnya, pada tanggal 29 Agustus, ditengah semakin parahnya proses evakuasi yang semakin dekat dengan tenggat waktu, terjadi bom bunuh diri yang menimbulkan banyak korban jiwa.
Berdasarkan klaim pasukan militer AS, kendaraan tersebut merupakan target yang valid dan merupakan ancaman dari ISIS-K sehingga meluncurkan serangan drone.
“Serangan tersebut dapat terjadi berkat kepercayaan kami yang menganggap bahwa serangan tersebut dapat menghentikan ancaman yang kemudian dapat mempermudah proses evakuasi pada saat itu. Tapi ternyata kami salah dan kami menyampaikan minta maaf yang dalam. Sebagai komander, saya bertanggung jawab secara penuh terhadap serangan dan hasilnya” ucap Jenderal McKenzie.
Tidak dapat disangka, ternyata bukan teroris, tetapi warga sipil yang terbunuh dalam serangan tersebut. Sebelumnya, AS mengklaim bahwa sekiranya akan ada satu teroris yang terbunuh, namun berdasarkan pernyataan terbarunya, tidak ada teroris yang terbunuh.
Sepuluh warga sipil yang terdiri dari 7 anak-anak terbunuh dalam serangan drone pasukan militer AS tersebut yang seharusnya dikatakan sebagai upaya penargetan ISIS-K.
(SkyNews, Muhamad Nurilham)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi