JAKARTA-KEMPALAN: Pandemi yang berkepanjangan menyebabkan berbagai sektor terdampak, salah satunya adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Atas dasar ini, pemerintah berkomitmen untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada pedagang kaki lima (PKL) dan warung-warung pinggir jalan.
Untuk memaksimalkan pemberian BLT ini, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melibatkan asosiasi pedagang kaki lima (PKL) untuk menyalurkan pemberikan BLT kepada sektor PKL dan warung-warung.
“Asosiasi PKL berkepentingan untuk ikut terlibat dalam penyaluran bantuan Rp 1,2 juta,” ujar Teten Masudki selaku Menteri Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dalam keterangan resminya, pada Jumat (17/9).
Teten juga menambahkan pesan dari Presiden Jokowi, bahwa Kementerian dan Lembaga untuk membeli produk-produk dari UMKM. Hal ini cukup penting, sebab produk UMKM yang laku terjual akan diserap belanja pemerintah. Teten merinici jika baru sekitar 27% produk UMKM yang diserap oleh pemerintah.
“Arahan Presiden agar produk UMKM ditawarkan langsung ke kementerian/lembaga akan sangat bermanfaat untuk menyerap produk UMKM di tengah melemahnya daya beli masyarakat,” jelasnya.
Mantan Kepala Staf Kepresidenan Indonesia ke-2 ini menuturkan, Presiden Jokowi meminta untuk asosiasi memanfaatkan data PKL dalam rangka transmisi subsidi BLT kepada total 1 juta warga. Program BLT telah dianggarkan oleh pemerintah Rp 1,2 juta per warga dan ditujukan untuk sektor UMKM, meliputi PKL dan warung-warung pinggiran.
Di lain sisi, Teten merespon banyaknya permintaan dari para UMKM untuk memudahkan pengajuan kredit usaha. Kemenkop UKM akan mengkurasi berbagai aspirasi dari UMKM dan nantinya akan ditindaklanjuti. (Rafi Aufa Mawardi)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi