Ajang tersebut tetap bisa dilangsungkan pada 1 Maret 2020 di jalanan ibukota Jepang itu. Sayangnya, Jumat petang (17/9) pihak penyelenggara ajang marathon berusia 14 tahun itu gagal mengulangi inovasinya tahun ini.
’’Tokyo Marathon 2021 akan ditunda penyelenggaraannya sampai Minggu, 6 Maret 2022 mendatang,’’ begitu bunyi pernyataan resmi yang dikeluarkan pihak yayasan Tokyo Marathon. Keputusan tersebut sudah jadi keputusan final.

Sebab, sebelumnya pihak Tokyo Marathon sudah menunda penyelenggaraannya. Semula ajang ini akan dilangsungkan pada awal Maret lalu. Bahkan tercatat sudah ada 38 ribu kontestan yang akan bertarung di sana. Baik dari level elite ataupun pelari non elite.
Ketika itu, Tokyo Marathon menundanya sampai bulan Oktober nanti. Tapi, sampai satu bulan jelang penyelenggaraan belum ada tanda-tanda situasi pandemi Covid-19 di negeri Sakura itu berangsur membaik.
’’Bahkan, dengan hanya menyisakan waktu sebulan sebelum penyelenggaraan, kondisi di Tokyo masih dalam keadaan darurat,’’ lanjut yayasan Tokyo Marathon dalam pernyataannya itu. Makanya, diambillah keputusan untuk menunda ajang tersebut sampai Maret tahun depan.
Tokyo Marathon jadi salah satu dari beberapa ajang mayor yang batal diselenggarakan di Jepang jelang akhir tahun 2021 ini. Sebelumnya, Grand Prix Formula 1 di Suzuka International Racing Course, Suzuka, yang harusnya digelar 10 Oktober nanti pun sudah ditiadakan.
Demikian pula dengan rencana Federasi Sepakbola Jepang atau JFA jadi tuan rumah pada ajang Piala Dunia Antarklub 2021, Desember mendatang. JFA sudah menyiapkan turnamen itu sebagai perayaan seabad berdirinya induk organisasi sepakbola di Jepang itu.
Sebagai gantinya, Konfederasi Sepakbola Dunia FIFA pun harus memindahkan turnamen itu. Sampai saat ini, FIFA belum menentukannya meskipun kabarnya turnamen tersebut digelar di Qatar sebagai bagian dari test event jelang Piala Dunia 2022.
Alhasil, dengan dibatalkannya ajang Tokyo Marathon ini, praktis tahun ini hanya ajang Olimpiade musim panas yang bisa diselenggarakan di Jepang, Juli lalu. Begitu pula dengan ajang Paralimpiade. Meski, di balik penyelenggaraan itu menuai pro dan kontra karena digelar dalam situasi pandemi Covid-19. (AFP, Yunita Mega Pratiwi)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi