KEMPALAN-JOMBANG: PAGUYUBAN Pelestari Tosan Aji (Panji) Satria Pinayungan Jombang (Jawa Timur) sangat berharap pemerintah lebih memperhatikan benda-benda asli peninggalan leluhur bangsa. Termasuk di antaranya keris pusaka.
“Andaikan perhatiannya cukup besar, tentu penggemar tosan aji makin banyak,” komentar M. Arief, Ketua Satria Pinayungan Jombang, Minggu siang tadi (5/9).
Arief –yang ditemui di sela-sela Pasar Keris Minggu Wage yang digelar di Dusun Kepuhpandak Desa Sidokare, Kecamatan Ngoro, Jombang– mengaku Pasar Keris Minggu Wage merupakan wujud nyata upaya melestarikan benda peninggalan nenek-moyang.
“Selain silaturrahmi, kami juga ingin meningkatkan kesejahteraan anggota paguyuban,” kata Arief.
Pasar Keris Minggu Wage sendiri digelar rutin setiap hari Minggu Wage sejak Februari 2020.
“Wage bisa diartikan wekasane gede, atau makin berkembang di kemudian hari,” jelas Arief.
Kepesertaannya tidak dibatasi dari daerah tertentu. “Siapa pun boleh ikut, dan bebas memberikan kontribusi kepada panitia,” kata Arief.
Seperti halnya karya seni yang lain, maka tidak ada patokan harga untuk sebuah keris. “Ada yang cuma Rp 2,5 juta. Tetapi, ada pula yang laku hingga puluhan juta,” lanjut Arief.

Destinasi Wisata
Zudy Riyanto, salah seorang anggota Satria Pinayungan, juga berharap Pasar Keris Minggu Wage dilirik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang sebagai destinasi wisata budaya.
“Wujud keris bukan hanya indah saja, melainkan juga mengandung banyak filosofi kehidupan,” ujar Zudy. “Artinya, keris memang sangat menarik,” sambung dia.
Ketertarikan Zudy terhadap keris diturunkan oleh kakeknya. “Karena sering melihat-lihat keris beliau, akhirnya saya juga ikut mengoleksi keris,” ceritanya.
Sementara itu Mbah Otto, penggemar keris di Gudo Jombang, mengenal keris sejak SMP. Tidak heran jika pada akhirnya dia memiliki ratusan keris yang diperjual-belikannya. “Keris berpamor melati dan junjung derajad paling banyak diburu pembeli,” katanya.
Senada dengan Zudy, Mbah Otto berharap pemerintah memberikan atensi ekstra terhadap dunia tosan aji Indonesia. “Agar keberadaannya makin lestari,” alasan dia. (sulaiman)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi