1500 Buruh dan Pekerja Informal Pelabuhan Tanjung Perak Divaksin

waktu baca 4 menit
Asmat, porter yang bertugas di Terminal Tanjung Perak, saat disuntik vaksin.

SURABAYA-KEMPALAN: Para buruh dan pekerja informal di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjalani vaksinasi dosis pertama yang dipusatkan di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Minggu (29/8).

Acara vaksinasi ini digelar sebagai kerja bareng antara RSTKA (Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga), Dinkes Jatim, Dinkes Surabaya, Aperindo, RS PHC, FK Unair, RSUD Dr Soetomo, PT. Pelindo III, PT. Pelindo Marine Service, Investree, dan relawan PPKPC-RSLI.

Direktur RSTKA dr. Agus Hariyanto, Sp.B., menjelaskan bahwa pada vaksinasi ini disediakan 1500 dosis vaksin AstraZeneca dengan rincian ,1000 dosis dari Pemprov Jatim dan 500 dosis dari Pemkot Surabaya.

Menurutnya, vaksinasi ini merupakan kerja bareng kemanusiaan dalam rangka kepedulian terhadap masyarakat sekitar pelabuhan yang hampir setiap hari berinteraksi dengan banyak orang dan berpotensu tinggi terhadap penularan Covid-19.

Petugas nakes sedang memeriksa kesehatan buruh dan karyawan lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak yang akan divaksinasi.

“Kami mengapresiasi Ibu Gubernur Khofifah Indar Pawawansa dan juga Bapak Eri Cahyadi selaku Wali Kota Surabaya yang terus menerus dan tiada henti memberikan fasilitas dan layanan kesehatan. Salah satunya vaksin kepada semua lapisan masyarakat yang beraktivitas di berbagai tempat dan juga bekerja mencari nafkah, khususnya di lingkungan pelabuhan,” kata dr.Agus di lokasi vaksinasi.

Selain memberikan 500 dosis vaksin tahap pertama, Pemkot Surabaya menerjunkan 25 petugas Linmas untuk membantu kelancaran proses vaksinasi. Sedangkan dari Aperindo menerjunkan 19 personil membantu lebih dari 15 dokter, 17 paramedis, 27 admin, dan puluhan relawan dalam melakukan pelayanan vaksinasi yang berlangsung dari pukul 07.00-16.30 WIB.

Vaksin ini diperuntukkan bagi para buruh dan pekerja informal serta masyarakat di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak. Selama ini mereka luput dari perhatian dan belum menjadi sasaran vaksinasi. Padahal, mereka setiap hari bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai wilayah yang datang silih berganti dan sangat berpotensi tertular dan menularkan virus Covid-19.

“Harapan kami, dengan mengutamakan para pekerja di lingkungan pelabuhan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19, maka mereka akan terlindungi dan menjadi tambahan kekuatan (imunitas) dalam beraktivitas di lingkungan yang cukup intens bertatap muka dan berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai tempat. Semoga mereka tetap terlindungi dari bahaya Covid-19 dan kekebalan komunal (herd immunity) di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak bisa segera terwujud,” papar dr.Agus.

Sementara itu, Ketua Yayasan RSTKA Dr. Christrijogo Soemartono Waloejo dr., Sp.An, KAR yang didampingi dr. Dwirani R. Pratiwi. Sp.B. (spesialis bedah payudara) dan dr. Agi Harliani S. M.Biomed (pakar plasma) menjelaskan, upaya vaksinasi yang ditujukan pada para buruh dan pekerja informal di lingkungan pelabuhan merupakan salah satu langkah guna memperluas jangkauan vaksinasi yang selama ini menyasar di tengah kota atapun lingkungan perkantoran dan komunitas tertentu.

Menurutnya, pihaknya berusaha untuk menjangkau kelompok masyarakat yang belum terjangkau vaksinasi. Untuk itu, ke depan RSTKA sedang mempersiapakan program vaksinasi untuk masyarakat di pulau-pulau pesisir utara Jatim.

Dengan semakin banyaknya kegiatan vaksinasi yang melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai elemen, lanjut dia, maka akan semakin membantu pemerintah dalam upaya mempercepat tercapainya target 70 persen masyarakat tervaksinasi dalam upaya memenuhi persyaratan herd immunity.

“Kita siap untuk terus bergerak dan bergandeng tangan dengan semua pihak dalam tugas kemanusiaan menghadapi pandemi Covid-19,” kata dr. Christrijogo.

Asmat, porter yang bertugas di Terminal Tanjung Perak Surabaya menyatakan kegembiraanya bisa mengikuti vaksinasi pada hari ini. Pria asal Bulak Banteng, Surabaya Utara ini mengaku mendapat informasi dari teman-temannya di pelabuhan bahwa hari ini ada vaksinasi untuk orang bekerja di sekitar pelabuhan. Syaratnya cukup membawa fotocopy KTP.

Apalagi, kata Asmat, di pelabuhan sudah mulai diterapkan aturan bahwa salah satu syarat bisa bekerja/beraktivitas di pelabuhan harus sudah vaksin dan dibuktikan dengan menunjukkan sertifikat vaksin.

Maka, dengan antusias ia datang pagi-pagi untuk mendapatkan kesempatan awal dalam antrean. Ternyata dengan pelayanan tertata dan jumlah personil yang melayani cukup banyak, proses vaksinasi berjalan lancar dan cepat.

“Alhamdulillah, hari ini saya sudah divaksin dan langsung mendapatkan sertifikat vaksin, sehingga saya bisa tenang dalam bekerja di pelabuhan,” kata Asmat dengan senyum gembira. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *