SURABAYA-KEMPALAN: Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi menegaskan, pembelajaran tatap muka bagi siswa SMA/SMK di Jawa Timur bisa segera dimulai. Namun demikian, dia menyebut ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
Menurut Wahid, sesuai arahan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), sekolah boleh melakukan pembelajaran tatap muka dengan syarat, warga sekolah sudah divaksin, minimal dosis pertama.
Warga sekolah yang dimaksud, menurut Wahid, adalah guru, tenaga kependidikan, dan siswanya. “Sementara ini yang sudah divaksin cukup banyak. Ada guru dan tenaga kependidikannya. Rata-rata di atas 80 persen,” kata Wahid Wahyudi usai menghadiri acara Puncak Kejar Prestasi Anak Indonesia Satu Rekening Satu Pelajar di SMA Khadijah Surabaya, Selasa (24/8).
Namun, lanjut Wahid, untuk siswa masih relatif kecil. Masih berbeda-beda antara kabupaten/kota. Ada yang sudah 15 persen, ada yang 10 persen, dan ada yang 5 persen.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menurut Wahid, telah memberikan arahan bahwa bagi daerah yang masuk PPKM level satu, level dua, dan level tiga dipersilakan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka dengan catatan sudah vaksin, minimal vaksin pertama.
Hal ini juga sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 34 Tahun 2021. Inmedagri menyebutkan bahwa daerah yang masuk kategori level 1, level 2, dan level 3 bisa melakukan pembelajaran tatap.
muka terbatas.
Oleh karena itu, lanjut Wahid, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Jawa Timur segera dikirim vaksin Sinovac yang sesuai anak usia SMA/SMK.
Sehingga, Wahid berharap apabila ada pengiriman vaksin Sinovac, siswa menjadi prioritas dari Ibu Gubernur Jawa Timur, agar pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan. “Jadi, sekarang kita hanya tinggal tunggu vaksinnya saja,” terangnya.
Akan tetapi, Wahid menegaskan, bagi daerah yang memenuhi syarat dipersilakan sekolahnya membuka pembelajaran tatap muka tanpa perlu uji coba. Tapi, ia menyebut, hingga sekarang belum ada sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka.
Saat ini, kata Wahid, data siswa yang sudah divaksin rata-rata sekitar 11 persen dari total 1,3 juta siswa SMA/SMK yang ada di Jawa Timur. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi