BANGKOK-KEMPALAN: Sebuah dokumen untuk mengajukan Taman Bersejarah Sri Thep di provinsi Phetchabun sebagai situs Warisan Dunia UNESCO akan dilayangkan pada bulan depan oleh Pemerintah Thailand.
Direktur Jenderal Departemen Kesenian Pratheep Pengtako mengatakan dokumen itu telah diperbaiki sesuai dengan saran dari Pusat Warisan Dunia. Sri Thep sendiri sekarang masuk ke dalam daftar tentatif situs Warisan Dunia dan Pemerintah Thailand telah bertekad agar taman tersebut terdaftar sebagai situs warisan kebudayaan pada tahun depan.
Adapun Pratheep menambahkan departemennya telah bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk mempersiapkan situs tersebut agar bisa dinominasikan, termasuk membangun daerah penyangga dan pengembangan perencanaan kota yang memasukkan situs bersejarah itu.
Melansir Bangkok Post, dokumen untuk Warisan Dunia telah dikumpulkan dan telah dikirimkan ke Badan Sumberdaya Alam dan Kebijakan dan Lingkungan Hidup untuk nantinya didaftarkan Pusat Warisan Dunia UNESCO. Sementara ini, menurut dirjen itu, dokumen tersebut sedang menunggu peninjauan dari komite nasional untuk perlindungan situs warisan yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwon. Namun dokumen itu rencananya akan dikirimkan ke Paris pada tanggal semenjak 30 September.
Taman bersejarah itu akan dinominasikan sebagai situs warisan dunia yang berisikan tiga bangunan: kota tua Sri Thep, situs arkeologis Khao Khlang Nok, dan situs arkeologis Khao Thamorat. Selain itu ada juga bukit berbentuk piramida, stupa Buddha Khao Khlang Nai. Taman bersejarah Sri Thep, menurut Pratheep, memiliki nilai yang universal yang termaktub dalam kriteria II dan kriteria III dari 10 kriteria untuk menjadi warisan dunia. Kedua kriteria itu melibatkan pertukaran nilai budaya dalam kurun waktu tertentu yang memberikan testimoni unik kepada tradisi kebudayaan tertentu. Agar bisa menjadi warisan dunia, setidaknya sebuah situs harus memenuhi satu atau lebih kriteria.
Situs lawas itu dipercayai telah dibangun pada 1.700 tahun yang lalu dan telah menjadi situs arkeologis nasional semenjak 1935. Selain taman bersejarah Sri Thep, komite nasional juga akan mengajukan kompleks perhutanan Kaeng Krachan. (BP, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi