Selasa, 21 April 2026, pukul : 10:52 WIB
Surabaya
--°C

Semenjak Perjanjian Doha, Taliban Klaim Pemboman Pertama

KABUL-KEMPALAN: Taliban pada Rabu (4/8) mengklaim bertanggung jawab atas pemboman mobil mematikan malam lalu yang ditujukan pada Menteri Pertahanan Afghanistan Bismillah Mohammadi di ibukota Kabul.

Melansir Anadolu Agency, ini adalah serangan besar pertama yang diklaim oleh kelompok tersebut yang jelas-jelas melanggar perjanjian Doha Februari 2020 dengan AS yang melarang serangan semacam itu di kota-kota besar.

Awalnya, tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Selasa (3/8) malam, yang menewaskan delapan orang dan sedikitnya 20 lainnya cedera, menurut Kementerian Dalam Negeri.

Gerilyawan Taliban mengumumkan di Twitter pada pagi hari untuk mengklaim serangan di jantung ibu kota Kabul. “Serangan itu dilakukan oleh beberapa ‘Mujahidin pemberani’ dari ‘Brigade Kesyahidan’ Imarah Islam (Taliban), bersenjatakan senjata ringan dan berat, serta menggunakan bom mobil,” katanya, mengklaim pertemuan penting sedang berlangsung di kantor menteri pertahanan selama serangan itu.

“Menurut laporan, ‘musuh’ menderita banyak korban dalam serangan itu,” cuit Taliban. Lebih lanjut memperingatkan serangan ini adalah awal dari operasi pembalasan terhadap tokoh-tokoh kunci dan pemimpin dari “pemerintahan Kabul” (pemerintah Afghanistan).

Mereka memperingatkan, Imarah Islam (Taliban) tidak akan lagi acuh tak acuh terhadap ‘kejahatan penjajah dan musuh domestik’ dan akan melawannya dengan sekuat tenaga.

Pada Selasa malam, ledakan kuat diikuti oleh tembakan terjadi di dekat kediaman Mohammadi di ibu kota Kabul tidak jauh dari Zona Hijau yang dijaga ketat. Saksi mata mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa ledakan itu tampaknya disebabkan oleh bom mobil di lingkungan Sherpur.

Mohammadi turun ke Twitter mengatakan dia baik-baik saja. “Jangan khawatir, semuanya baik-baik saja,” tulisnya dalam bahasa Dari asalnya.

Beberapa menit setelah ledakan yang mengerikan itu, puluhan pemuda Afghanistan umumnya keluar dalam jumlah besar di jalan-jalan untuk meneriakkan “Allahu Akbar” untuk menyatakan dukungan bagi pasukan keamanan yang menentang Taliban dan tidak terpengaruh oleh pemboman mobil yang mematikan. (AA, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.