WASHINGTON-KEMPALAN: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC AS), mengeluarkan kebijakan untuk menangguhkan pengusiran tempat tinggal yang akan berlangsung hingga 3 Oktober. Hal ini adalah upaya pemerintahan Biden yang berusaha memadamkan kritik yang semakin intensif dari kaum progresif mengenai penyewa tempat tinggal yang rentan yang kemungkinan akan kehilangan rumah mereka selama pandemi.
Larangan yang diumumkan Selasa (3/8) dapat membantu jutaan orang agar tetap rumah karena varian delta virus corona telah menyebar dan negara bagian lambat untuk melepaskan bantuan sewa federal. Kebijakan ini akan menghentikan sementara pengusiran di negara-negara dengan transmisi virus “tingkat tinggi dan substansial” dan akan mencakup area di mana 90% populasi AS tinggal.
Pengumuman itu merupakan pembatalan kebijakan Biden sebelumnya, yang memperbolehkan moratorium sebelumnya dilakukan selama akhir pekan setelah mengatakan keputusan Mahkamah Agung mencegah perpanjangan. Kebijakan itu menyebabkan perpecahan antara Gedung Putih dan Demokrat progresif yang bersikeras bahwa pemerintah harus berbuat lebih banyak untuk mencegah sekitar 3,6 juta orang Amerika kehilangan rumah mereka selama krisis COVID-19.
Ketika berbicara di Gedung Putih pada Selasa, Biden mengatakan dia mendorong CDC untuk kembali mempertimbangkan pilihannya. Tapi dia masih tampak ragu-ragu apakah moratorium baru dapat menahan tuntutan hukum tentang tata kelola perundang-undangannya, dengan mengatakan dia telah meminta pendapat para ahli apakah Mahkamah Agung akan menyetujui tindakan tersebut.
Presiden menambahkan bahwa moratorium – bahkan jika ditentang di pengadilan – “mungkin akan memberikan waktu tambahan” bagi negara bagian dan kota untuk menggelontorkan miliaran dolar dalam bantuan federal kepada para penyewa.
“Ketakutan akan penggusuran dan disingkirkan di jalan telah dihilangkan bagi keluarga yang tak terhitung jumlahnya di seluruh Amerika. Bantuan Ada Di Sini!” ujar Nancy Pelosi, Ketua DPR AS dalam sebuah pernyataan yang dikutip Kempalan dari The Associated Press. Ia juga menambahkan bahwa keputusan penangguhan moratorium membuat harinya menjadi melegakan.
Sementara itu, Anggota DPR AS Cori Bush telah berkemah di depan Gedung Capitol selama beberapa hari, ia menyatakan dirinya pernah menjadi ibu muda yang hidup di mobil dan merujuk pada pengalaman itu untuk mendesak Gedung Putih agar mencegah pengusiran besar-besaran. Setelah pengumuman itu, ia meneteskan air mata kebahagiaan. (AP, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi