
KEMPALAN: Tak perlu peramal sekelas Roy Kiyoshi, juga tak perlu paranormal sekaliber Ki Kusumo. Tidak juga memerlukan prediksi dengan itung-itungan ruwet ekonom, epidemiolog, tenaga kesehatan atau dokter sekalipun. Hampir seluruh masyarakat di tingkat akar rumput sudah memperkirakan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan diperpanjang.
Dan benar saja, di saat euforia Greysia Polli – Apriyani Rahayu sang ratu emas Ganda Putri Bulutangkis Olimpiade 2020 belum berakhir, Presiden sudah mengumumkan bahwa PPKM diperpanjang sampai 9 Agustus 2021. Tentu saja komunitas zona tidak nyaman, baik masyarakat ataupun pelaku usaha kembali dihantui bayang-bayang penyekatan dan penutupan jalan serta pembatasan mobilitas & aktivitas.
Dua hal inilah yang untuk sementara oleh khalayak dianggap sebagai killing mechine unit kegiatan ekonomi. Namun apa daya semua harus dijalani, tidak boleh terus-terusan mengibarkan bendera putih, sudah saatnya dan memang sudah waktunya mengibarkan bendera merah putih.
Biarlah PPKM diperpanjang dan diperpanjang sampai seribu kali sekalipun, yang penting semua masih mampu dan mengalami Penguatan Perasaan dan Kesabaran Masyarakat (ppkm). Dua hal ini menjadi penting, sebab jika tidak mampu mengendalikan perasaan dan kesabaran sudah barang tentu keputusan-keputusan yang diambil akan tanpa arah dan tanpa tujuan.
Keberadaan penyekatan dan penutupan jalan serta pembatasan mobilitas dan aktivitas inilah yang perlu dicermati dan dicari celahnya yang masih memungkinkan terjadinya pergerakan ekonomi. Dalam situasi seperti saat sekarang ini, terjadinya pelambatan dan ke-mandeg-kan ekonomi, yang diperlukan adalah ide-ide cerdas mensiasati agar tetap terjadi pergerakan ekonomi.
Sesuai konsep dasar dalam tataran makro ekonomi, harus selalu terjadi yang namanya pergerakan ekonomi, terjadi transaksi ekonomi dalam berbagai bentuknya, tidak boleh berhenti. Terjadi pergerakan perpindahan alat tukar, terjadi pula pergerakan perpindahan barang ataupun jasa yang ditransaksikan.
Prinsip dasar penyelamatan ekonomi ini adalah tidak boleh berhenti, tetap harus terjadi yang namanya pergerakan. Biarlah pemerintah melakukan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sesuai maksud dan tujuannya. Pastilah yang demikian sudah dengan pertimbangan yang sempurna, tapi seluruh warga harus tetap berpegang teguh melakukan penguatan perasaan dan kesabaran masyarakat (ppkm) agar seluruh elemen yang terperosok dalam zona tidak nyaman tetap dapat mengkreasi Pergerakan Perekonomian dan Kegiatan Masyarakat (Ppkm).
Pergerakan ekonomi dalam berbagai bentuk di berbagai tingkatan dan untuk beragam jenis unit kegiatan ekonomi. Tetap melakukan pergerakan ekonomi dengan transaksi online, tetap berproses produksi dengan protokol kesehatan, dan tetap berkarya walaupun dirumah saja, pendek kata tetap memiliki value added sekecil apapun.
Jika ini yang terjadi, sekalipun dalam strata ekonomi yang paling rendah, hal ini tetap dapat dikatakan sebagai bagian dari agenda pemulihan ekonomi nasional. Fakta ini harus diterima oleh semua pihak, sebab kunci pemulihan ekonomi adalah terjadinya transaksi atau terjadinya pergerakan ekonomi. Disinilah akhirnya dapat dimengerti mengapa beberapa kementrian cukup bersemangat memberikan bantuan atau subsidi kepada masyarakat.
Tidak sekadar membantu meringankan beban masyarakat namun juga berharap terjadinya transaksi dalam masyarakat. Pesan singkatnya, jika diberikan bantuan supaya tidak disimpan tapi ditransaksikan.
Pertanyaannya sekarang adalah sejauh manakah unit usaha dalam masyarakat tetap mampu bergerak jika tanpa bantuan pemerintah ? Salam. (Bambang Budiarto–Redaktur Tamu Kempalan.com, Pengamat Ekonomi ISEI Surabaya)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi