
KEMPALAN: Sepertiga loncat setengah berteriak, Ari Lasso lantunkan Penjaga Hati, “kuserahkan seluruh hidupku menjadi penjaga hatimu”. Begitu dalam dan begitu menyentuh, begitulah bait-bait karya termegah Satriyo Yudi Wahono atau yang lebih populer dengan panggilan Piyu Padi.
Tidak sekadar menemani tidak sekadar menyayangi tapi sudah sampai pada tahapan menjaga hati. Konsep yang demikian mengandung makna bahwa segala bentuk permasalahan yang muncul akan diusahakan untuk selalu dapat diatasi, dibuat nyaman dan tenang tanpa kekurangan suatu apapun. Kinerja kasih sayang yang demikian sejatinya sudah saatnya diadopsi oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang beberapa saat lalu memproklamirkan capaian-capaian positif kinerja perusahaan monopoli ini.
Bersamaan dengan agenda satu tahun pencanangan spirit nilai-nilai budaya perusahaan; Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (AKHLAK) oleh Kementerian BUMN, Komandan PLN Zulkifli Zaini mengelaborasi empat strategic goal di agenda Virtual Gathering 1 Tahun AKHLAK & Kick Off Festival Budaya 2021; green, innovative, lean, dan costumer focused.
Dengan empat pilar tersebut PLN berusaha mengoptimalkan energi baru terbarukan, mendorong ekosistem kendaraan listrik juga peluncuran layanan iconnet, serta menjadikan setiap lini bisnis lebih gesit tapi efisien, dan juga peluncuran kembali App New PLN yang tentu saja tujuan akhirnya adalah kepuasan pelanggan.
Transformasi PLN menunjukkan hasil positif di beberapa lini, utamanya pendapatan dan laba bersih, bahkan menerobos Level Asia dengan catatan laba bersih Rp 6,6 triliun pada semester pertaman 2021. Semua positif dan semua menggembirakan termasuk kemampuannya menjaga peringkat getting electricity di posisi 33.
Capaian dari angka-angka kinerja keuangan tersebut tentulah membanggakan semua pihak, utamanya manajemen perusahaan, apalagi hal ini diraih di masa pandemi Covid-19. Cukupkah sampai di sini, tentu tidak. Keberadaan PLN harus mampu menciptakan nilai lebih dari yang sekadar diimpikan oleh masyarakat banyak.
PLN sudah menerangi ibu pertiwi, kini saatnya PLN menerangi ekonomi masyarakat dimasa pandemi. Banyak unit-unit kegiatan ekonomi masyarakat gulung tikar dengan berbagai bentuk dan polanya. Banyak unit-unit usaha terkena imbas bahkan megap-megap akibat penyeketan dan penutupan jalan juga pembatasan mobilitas dan aktivitas.
Rintihan pelaku usaha dalam berbagai ekspresi sudah diketahui, maka ini adalah ruang bagi PLN untuk dapat berbuat lebih, menerangi ekonomi. Tanpa dan tidak perlu menunggu beberapa masukan, sudah barang tentu para komandan setrom negeri ini sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menerangi ekonomi.
Jika ada keraguan, tentu saja dapat mengadopsi kinerja kasih sayang-nya Ari Lasso seperti diungkap sebelumnya. Berperan sebagai penjaga hati, yang tidak sekadar menemani dan menyayangi tapi juga menjaga hati atas keseluruhan permasalahan yang ada, akan dapat teratasi dengan baik.
Seperti itulah PLN, berperan sebagai penjaga hati, yang tidak sekadar menerangi sesuai kebutuhan masyarakat tapi juga menjaga hati para pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19 dengan memberikan bantuan, keringanan, subsidi dengan sepenuh hati tanpa tapi.
Pertanyaannya sekarang adalah, benarkah subsidi listrik pelanggan 450-900 VA selama ini sudah dapat dikatakan sebagai bentuk penjaga hati dari PLN untuk ibu pertiwi? Salam. (Bambang Budiarto – Redaktur Tamu Kempalan.com, Pengamat Ekonomi ISEI Surabaya)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi