Minggu, 26 April 2026, pukul : 08:04 WIB
Surabaya
--°C

Blusukan di Kampung 1001 Malam, Gubernur Khofifah Bagikan 250 Paket Sembako

SURABAYA-KEMPALAN: Pemprov Jatim membagikan bantuan sosial (bansos) kepada warga yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan (unregistered people).
Bantuan tersebut diberikan akibat dampak pandemi Covid-19 serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan langsung bansos berupa 250 paket sembako berisi 5 kg beras, 10 bungkus mie Instan, minyak goreng, kecap dan sarden itu kepada warga yang tinggal di bawah jembatan layang yang dikenal Kampung 1001 Malam di Kelurahan Moro Krembangan dan Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Jumat (23/7) sore.

Dengan semangat, orang nomor satu di Jatim itu blusukan menyalurkan bantuan kepada warga di dua kelurahan tersebut. Bahkan, untuk mengetahui kondisi warga, Gubernur Khofifah menyeberangi sungai menaiki rakit untuk menjangkau warga yang tinggal di Kampung 1001 Malam, wilayah Dupak, Surabaya.

Pemberian bantuan sembako di kedua kelurahan tersebut dikarenakan banyak warga yang tidak terdaftar sebagai penerima bansos karena tidak terdata sebagai warga setempat.

“Jika biasanya kita berbagi kepada masyarakat yang kita temui di setiap kunjungan ke daerah. Kali ini secara khusus saya mendapat informasi bahwa daerah-daerah slum area seperti ini banyak ditemukan unregistered people,” kata Khofifah usai keliling menyerahkan bantuan sembako ke rumah warga.

Dia menjelaskan, masyarakat yang tinggal di kaki jalan tol dan bantaran sungai, dalam pendataan disebut sebagai exclusion error. Mereka tidak teregistrasi sebagai penerima bansos. Baik bansos dari pemerintah pusat maupun daerah karena identitas mereka bukan warga setempat.

“Inilah yang di dalam pendataan disebut sebagai exclusion error. Harusnya mereka masuk tapi ternyata terexcluded karena identitas personal atau KTP mereka,” terang Khofifah.

“Kalau kita lihat mereka semua ini eligible (berhak) untuk menerima program bansos, karena tidak teregistrasi maka belum menerima bansos,” sambungnya.

Untuk itu, mantan Menteri Sosial RI itu menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah menyampaikan informasi. Dia akan terus melakukan penyisiran di berbagai lokasi untuk membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19 yang belum mendapatkan bansos atau masuk kategori exclusion error.

Pemberian bansos tersebut disambut ceria oleh warga yang tinggal di bawah jalan tol Dupak. Mereka merasa gembira ketika bansos tersebut diterima dan diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah.

Febry (27 tahun), warga Kampung 1001 Malam, menyampaikan terima kasih. Menurutnya, selama pandemi Covid-19, dia bersama warga lainnya jarang mendapatkan bantuan.

Wanita sehari-hari bekerja sebagai pengamen itu mengaku senang atas kehadiran Gubernur Khofifah. Ia merasa bangga, karena di tengah-tengah kesibukannya, gubernur masih menyempatkan diri berkunjung dan bertemu dengan masyarakat kecil.

“Baru kali ini saya bertemu dengan Bu Gubernur dan mendapat bantuan langsung. Kami jarang mendapat bantuan, bahkan selama Covid seperti ini,” akunya.

Untuk menata kehidupan masyarakat yang tinggal di daerah kumuh, Khofifah akan melakukan koordinasi dengan wali kota Surabaya untuk bersama- sama menyiapkan rusun. Sebagaimana diketahui bahwa saat ini Pemprov Jatim telah memiliki empat rusun yang disewakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang semuanya berada di Surabaya.

Ke depan, kata Khofifah, pemprov akan membangun kembali untuk hunian bagi masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.