Penanganan Pandemi

Seluk-Beluk Pemakaman Korban Covid-19

  • Whatsapp
Pemakaman korban Covid-19.

KEMPALAN: Dalam sebuah cuitannya di Twitter, Kepala Divisi Penyakit Menular dari University of Maryland Upper Dr. Faheem Younus, membagikan sebuah brosur dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC AS) mengenai pemakaman untuk korban Covid-19.

Salah satu bagiannya menunjukkan, sedikit sekali resiko tertular virus corona dari jenazah, karena virus itu menyebar melalui tetesan yang keluar ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara dan tetesan itu dihirup atau disedot masuk ke dalam paru-paru dari yang diajak bicara.

Dalam pemakaman korban Covid-19, tidak diperlukan tim untuk memakamkan, namun CDC AS juga menyampaikan bahwa keluarga boleh meminta bantuan tokoh agama atau pegawai pemerintah yang terlatih untuk membantu prosesi pemakaman.

Adapun, keluarga dari korban diperbolehkan untuk melihat jenazah yang bersangkutan tapi mereka akan membutuhkan sarung tangan, air, jubah, dan sabun. Ketika memandikan jenazah, dibutuhkan jubah yang tahan air, masker N95, dan kacamata atau face shield agar tidak kecipratan cairan tubuh apapun.

Barang-barang milik mendiang dapat dibersihkan dengan dicuci memakai sabun atau disinfektan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari. Membersihkan barang-barang ini perlu menggunakan sarung tangan.

Guna mengantarkan jenazah ke pemakaman, keluarga bisa memilih menggunakan kendaraan, namun tidak perlu ada kendaraan khusus jenazah Covid-19. Ketika sampai pemakaman, keluarga bisa melihat jenazah, akan tetapi harus berjarak setidaknya satu meter dari orang lain yang juga menyaksikan prosesi pemakaman. Disarankan untuk tidak menyentuh jenazah tanpa persiapan.

Guna menghadapi kekurangan APD, maka APD yang dipakai untuk menangani pasien/jenazah korban Covid-19 bisa dibersihkan dengan benar menggunakan disinfektan. (CDC US, reza hikam)

Berita Terkait