Bencana Alam

Nasib Heinsberg, Awalnya Pandemi, Kini Dilanda Banjir

  • Whatsapp
Karung-karung pasir di jalanan Heinsberg (dw.com)

BERLIN-KEMPALAN: Nasib buruk melanda penduduk wilayah Heinsberg, Jerman. Wabah virus corona besar pertama kali pada Februari 2020 menyasar distrik ini. Selama berpekan-pekan, warga Heinsberg harus sanggup menghadapi virus itu. Kini wilayah itu dilanda banjir. Warga yang kelelahan berusaha saling membantu.

Begitulah musibah menimpa Mario Girardi, pengusaha asal Italia yang sudah 18 tahun berkecimpung di bisnis kuliner ini. Ia juga mengelola restoran Dolce Vita di Erkelenz, 20 kilometer (12,4 mil) dari Ophoven, distrik Heinsberg. Sekitar Maret 2020, Girardi mengambil alih restoran Zur Mühle di Ophoven itu dan mengubahnya jadi ‘Dolce Vita’. Lokasi restoran ini memang bagus dengan tempat duduk untuk 80 orang. Sepertinya ini benar-benar keberuntungan baginya.

Namun, sepekan usai restoran baru itu dibuka, otoritas kesehatan Jerman melihat wabah virus corona besar pertama di dekat Gangelt setelah perayaan karnaval. Girardi masih berhasil menjaga restoran tetap bertahan. Menurut Deutsche Welle, Rabu (21/7), walau bersusah-payah, Girardi mampu menghadapi situasi.

Pada 11 Juli tahun ini, ia merasa keberuntungannya telah kembali ketika Italia memenangkan kejuaraan sepak bola Eropa. Namun, hanya beberapa hari berselang, banjir bergemuruh datang, melibas jalanan, meluluhlantakkan beberapa bangunan.

Situasi mendadak kacau, kepanikan merebak, petugas hilir-mudik menyelamatkan warga. Walau tak terdampak, restoran Girardi kembali sepi pengunjung. ”Saya melihat air mengalir di jalan. Dan air masuk melalui pintu belakang ke arena bowling dan dapur,” paparnya. Spontan ia bersama timnya buru-buru menaruh karung pasir di mana-mana.

Pada hari naas itu, 700 penduduk kota dievakuasi, akibat bendungan jebol di Sungai Rur. Gerardi pun harus meninggalkan restoran kesayangannya. Keesokan paginya, dia menerima telepon yang memberi tahu dia bahwa ada 40 sentimeter (16 inci) air di restoran. Sejak itu, dia, pemadam kebakaran, dan banyak pembantu mulai membersihkan kotoran yang berlumpur. Mereka bekerja hampir sampai kelelahan.

Pada hari berikutnya, Girardi masih harus membersihkan beberapa sudut ruangan dalam restoran. Lumpur yang dibawa banjir masih berserakan mengotori ruangan. Sedangkan di bagian luar restoran tampak beberapa karung berisi pasir masih ditaruh di beberapa pojok jalan.

”Kami masih beruntung, di bagian lain Jerman, orang meninggal dan rumah-rumah hancur total–itu benar-benar membuat saya sedih,” ungkap dia. (deutsche welle/reza hikam)

Berita Terkait