Kampus Surabaya

Cangkang Telur Disulap Jadi Kue Cegah Osteoporosis

  • Whatsapp
Kies Katel memanfaatkan limbah cangkang telur

SURABAYA – KEMPALAN : Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) menciptakan produk kukis pencegah osteoporosis dari olahan cangkang telur. Produk dengan nama ‘KIES KATEL’ ini diklaim dapat memenuhi kebutuhan kalsium harian dengan harga yang lebih terjangkau semua kalangan.

Ide yang ditulis lewat program kreativitas mahasiswa (PKM) itu berhasil lolos pendanaan di Bidang Kewirausahaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek). Huzaifah Arofik selaku ketua tim menuturkan bahwa ide awal diciptakan kukis itu karena kalsium karbonat menjadi senyawa penting yang dapat membantu mencegah pengeroposan tulang. Umumnya zat itu dikonsumsi dalam bentuk suplemen namun penggunaannya terbatas pada usia tertentu serta relatif membutuhkan biaya yang cukup mahal.

“Tim kami mencoba membuat produk makanan ringan berkualitas yaitu ‘KIES KATEL’ dengan memanfaatkan penelitian cangkang telur yang tinggi kalsium karbonat dalam bentuk cookies, sehingga sangat praktis dan efisien dikonsumsi sekaligus berguna menjaga kesehatan tulang,” tutur mahasiswa Fakultas Farmasi UNAIR tersebut Rabu (21/7).

Selain untuk kesehatan, Huzaifah mengungkapkan bahwa diciptanya produk itu dapat mendukung pemanfaatan cangkang telur. Diketahui, selama ini cangkang telur memiliki kuantitas besar namun kurang dimanfaatkan.
Ia menambahkan bahwa sebuah penelitian menunjukkan bahwa kalsium dalam cangkang telur sebesar 381 miligram per-gram cangkang sesuai standar AKK (angka kecukupan kalsium) 2019. Sehingga dengan mengkonsumsi satu kemasan kukis dapat memenuhi kalsium per hari.

“Produk ini tersedia dengan dua varian rasa yaitu coklat dan strawberi yang dibuat tanpa penambahan pengawet. Itu karena telah dilakukan proses pengawetan dan dikemas secara praktis dan ringkas dengan desain menarik,” ungkapnya.

Hadirnya produk tersebut Huzaifah berharap dapat menurunkan angka osteoporosis di dunia terlebih Indonesia. Juga dapat mengurangi limbah cangkang telur pada lingkungan. (Nani Mashita)

Berita Terkait