HANOI-KEMPALAN: Vietnam telah mencapai kesepakatan transfer teknologi untuk vaksin virus corona Rusia dan AS, kata pemerintah dalam sebuah pernyataan pada Selasa (20/7), tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Melansir dari Reuters, Negara Asia Tenggara itu ingin meningkatkan kapasitas vaksinnya dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Mei bahwa pihaknya sedang meninjau proposal oleh produsen tak dikenal di Vietnam untuk menjadi pusat teknologi vaksin COVID-19 berbasis mRNA.
Kementerian Kesehatan Vietnam juga sedang dalam pembicaraan dengan Rusia untuk memproduksi vaksin Sputnik V COVID-19, lapor media.
Pernyataan hari Selasa juga mengatakan Vietnam akan menerima 20 juta dosis lebih dari suntikan mRNA yang dikembangkan bersama oleh perusahaan AS Pfizer dan BioNTech Jerman, meningkatkan pasokan total menjadi 51 juta dosis
Hingga saat ini, Vietnam telah mendapatkan kesepakatan untuk 105 juta dosis vaksin dan sedang dalam pembicaraan dengan produsen lain mengenai kesepakatan 70 juta dosis lebih lanjut, kata pemerintah, seraya menambahkan pihaknya berharap untuk menerima suntikan pada tahun 2021 dan awal 2022.
Negara Asia Tenggara itu telah menerima sekitar 10,6 juta dosis vaksin, dan akan menerima pasokan vaksin Moderna dari Amerika Serikat melalui fasilitas COVAX.
Vietnam juga telah meminta China untuk dosis vaksin Sinopharm, pernyataan pemerintah menambahkan.
Kementerian Kesehatan Vietnam mengatakan vaksin buatan negara itu, NanoCovax, diharapkan akan diberikan secara luas pada akhir tahun 2021. (Reuters, Abdul Manaf)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi