SIDOARJO – KEMPALAN: Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diberlakukan pemerintah tak menyurutkan rejeki seorang Ismail. Di saat yang lain tengah mengeluhkan omzet bisnisnya yang menurun karena PPKM Darurat, Islamil justru meraih omzet ratusan juta rupiah.
Hal tersebut ia refleksikan karena keberaniannya, saat sepuluh tahun lalu untuk alih profesi menjadi full timer sebagai pedagang dan peternak kambing dan domba.
Ya, Ismail, sosok pedagang berusia relatif muda ini, 39 tahun, tetap mampu meraih omzet ratusan juta rupiah, meskipun di tengah pandemi yang telah dibatasi ruang geraknya oleh pemerintah. Peternak hewan qurban khususnya Kambing dan Domba ini pun terus berinovaasi untuk memasarkan hewan ternaknya.
Ismail bersama timnya telah mencoba berbagai konsep pemasaran kambingnya, dan yang terakhir ini dengan konsep minimarket. Alhasil konsep tersebut berhasil dengan baik. Apalagi ini momen Idul Adha sehingga membawa berkah tersendiri bagi warga desa Sumorame, Kecamata Candi Kabupaten Sidoarjo tersebut.
Keberhasilannya itu tidak diraih dalam waktu sekejap. Lebih dari sepuluh tahun Ismail menggeluti dunia usaha penjualan hewan kurban ini. Awalnya, Ismail memulai usahanya dari 5 ekor sekarang menjadi puluhan ekor, mulai dari omzet puluhan juta sekarang sudah ratusan juta rupiah.
Sebelum menekuni usaha penjualan hewan qurban, Ismail bekerja sebagai driver di perusahaan swasta sebagai tenaga kontrak. Akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan memilih usaha sendiri.
Ismail merasa beruntung karena waktu itu dirinya langsung memulai usaha, sekarang tinggal menerima hasilnya.
“Sebelumnya kerja jadi driver, pindah-pindah perusahaan, jual kambing hanya sampingan saja. Tapi sejak tahun 2011 saya fokus usaha ternak kambing dan memilih keluar dari perusahaan,” tutur Ismail di lokasi usahanya desa Sumorame, Candi, Sidoarjo, Rabu (15/7).
Karena ketekunannya, kini ia dipercaya seorang investor untuk mengelola usaha penggemukan kambing dan domba, lalu menjualnya dengan konsep minimarket. Pola ini menurutnya lebih terbuka, sebab pembeli bisa melihat langsung kisaran harga kambing, yang sudah ditentukan penjual.
Dengan prinsip keterbukaan itu, Ismail mengaku jumlah pelanggannya semakin banyak. Saat ini, ia sudah membuat kandang dengan kapasitas lebih dari 100 ekor.
“Dulu, kami mulainya dari 5 ekor, sekarang sudah puluhan ekor. Omzetnya lumayan sudah mencapai ratusan juta rupiah. Tahun depan rencananya kita tambah lagi, kita maksimalkan lagi kapasitas kandang supaya calon pembeli nanti lebih banyak pilihannya,” terang Ismail, yang sehari-hari akrab disapa Mamat.
Mamat alias Ismail, sengaja memberi nama usaha ternaknya Candi Farm Minimarket Kambing dan Domba agar mudah diingat.
“Nama Candi merupakan nama Kecamatan, desa Sumorame ini ikut wilayah kecamatan Candi. Ya biar mudah diingat saja sama pelanggan kita, ” ujarnya.
Khusus untuk momen Idul Adha ini kambing yang dijual di Candi Farm harganya bervariasi, mulai dari 3 jutaan hingga 5 jutaan. Ismail menyarankan kepada calon pembeli hewan qurban agar datang langsung ke kandangnya karena bisa memilih sebelum mendekati hari Idul Adha, setiap hari buka mulai pagi sampai malam.
“Lebih enaknya melihat langsung di kandang saja, bisa memilih sama mengajak anak – anak karena kandang kami sengaja didesain ramah anak dan kita setiap hari kita jaga kebersihannya,” terang bapak satu anak itu.
“Untuk pengiriman hewan qurban wilayah Sidoarjo kita gratis, kita kirim ke alamat sesuai dengan permintaan,” pungkasnya.(Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi