Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 07:14 WIB
Surabaya
--°C

Mesir Resmikan Pangkalan Angkatan Laut Baru Dekat Perbatasan Libya

KAIRO-KEMPALAN: Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi meresmikan sebuah pangkalan angkatan laut besar pada Sabtu (3/6) 135 km dari perbatasan dengan Libya, dekat sekutu dekat Putra Mahkota Abu Dhabi UEA Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan dan pemimpin Libya presiden persatuan.

Mesir mengatakan pada Jumat (2/6) pangkalan akan membantunya melindungi kepentingan strategis dan ekonomi serta membantu menjaga terhadap migrasi tidak teratur dan telah meningkatkan kehadiran angkatan lautnya di Mediterania dan Laut Merah.

Pada peresmian turut hadir dua kapal induk Mistral yang diperoleh dari Prancis dipajang bersama kapal selam buatan Jerman dan dua fregat Italia kelas FREMM yang baru saja dikirim.

Pasukan angkatan laut melakukan latihan yang mencakup penembakan rudal, lompatan parasut, dan pendaratan amfibi.

Kemudian, Sisi memberi pengarahan kepada para tamu di sebuah acara pribadi dan berbicara tentang bendungan pembangkit listrik tenaga air raksasa yang sedang dibangun oleh Ethiopia, yang dianggap Mesir sebagai ancaman terhadap pasokan airnya. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kemungkinan akan bertemu mengenai masalah ini minggu ini setelah pembicaraan berulang kali terhenti.

Gambar pangkalan angkatan laut Mesir yang baru. (Egypt Today)

Bernama Pangkalan 3 Juli, yang namanya menandai hari pada 2013 ketika Sisi memimpin penggulingan presiden Ikhwanul Muslimin Mohamed Mursi pada 2013, memiliki luas di lebih dari 10 km persegi dan memiliki dermaga angkatan laut sepanjang 1.000 meter dengan kedalaman air 14 meter. Ini juga memiliki dermaga untuk pengiriman komersial.

Perbatasan timur menjadi masalah keamanan utama bagi Mesir setelah Libya mengalami kekacauan setelah 2011. Mesir dan Uni Emirat Arab mendukung komandan Khalifa Haftar yang berbasis di timur ketika konflik meningkat di Libya setelah 2014 di mana Sheikh Mohammed adalah penguasa de facto.

Mesir juga mengalami ketegangan dengan Turki yang mendukung saingan Haftar di Libya atas hak maritim di Mediterania timur yang kaya gas. Namun, Kairo dan Ankara telah mengambil langkah hati-hati tahun ini untuk memperbaiki hubungan kedua negara. (Reuters, Abdul Manaf)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.