SURABAYA-KEMPALAN : Angka positif Covid19 yang kian merajalela khususnya di Jawa dan Bali, membuat Pemerintah panik dan mengambil langkah untuk pencegahan.
Salah satunya dengan menerapkanya kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang bersifat darurat selama dua minggu. Harapannya mampu menekan angka positif Covid 19 di Jawa dan Bali hingga sekecil mungkin.
Imbas dari kebijakan pembatasan tersebut sangat terasa salah satunya yang dialami oleh Sentra Wisata Kuliner (SWK) di daerah Karah, Surabaya. “Dengan kebijakan ini pastilah sangat berdampak sekali bagi pedagang yang berjualan, karena rata-rata kebanyakan pengunjung di sini datangnya di atas pukul 6.00 sore,” ujar Ivan selaku pengelola, kepada Kempalan.com, Sabtu (03/07/2021).
Bahkan himbauan yang sudah dilakukan walikota untuk para tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di wilayah kecamatan Karah, wajib membeli makanan di Sentra Wisata Kuliner Karah pun belum terealisasi.
“Ga ada pernah saya lihat para ASN yang minimal makan atau pesan nasi. Mereka jelas memilih makanan yang enak-enak dan ternama daripada di sini,” imbuhnya.
Ivan menambahkan, dengan adanya pembatasan ini dirinya menghimbau kepada para pedagang di Sentra Wisata Kuliner Karah agar buka lebih awal, mengingat jam buka yang sangat terbatas sehingga meminimalisir terjadinya miss komunikasi antara pembeli dan pedangang.
Retribusi yang selama ini menjadi problem para pedangang diharapkan dapat dihilangkan dulu. Ini mengingat situasi yang masih belum menentu dalam hal pendapatan membuat pedagang resah dan kurang nyaman dalam menempati tempat yang seharusnya menjadi wadah para PKL dan UMKM kuliner yang ada di sekitaran Karah, harapnya. (Femal)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi