BUDAPEST-KEMPALAN: Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán menuduh para pemimpin Eropa bertindak seperti “penjajah” dalam kritik mereka terhadap undang-undang kontroversial tentang homoseksualitas.
Ketika berbicara di radio publik pada Jumat (2/7), Orbán menentang seruan untuk mencabut undang-undang tersebut dan membalas sesama anggota Dewan Eropa.
“Mereka berperilaku seperti penjajah. Mereka ingin mendikte hukum apa yang harus diterapkan di negara lain, mereka ingin memberi tahu kami bagaimana menjalani hidup kami dan bagaimana berperilaku,” katanya seperti yang dikutip Kempalan dari Euronews.
Orbán menambahkan bahwa kritik terhadap undang-undang tersebut adalah hasil dari “refleks buruk yang disebabkan oleh masa lalu kolonialis Eropa mereka”.
Pemerintah sayap kanan Hungaria, yang menghadapi pemilihan tahun depan, mengatakan undang-undang itu diperlukan untuk memastikan bahwa pendidikan seksual anak-anak di bawah 18 tahun adalah satu-satunya domain orang tua.
Tapi Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pekan lalu menyebut undang-undang itu “memalukan” dan mengirim surat ke Hongaria menuntut klarifikasi dampaknya terhadap hak-hak dasar.
Kepala 17 negara Uni Eropa menandatangani surat bersama yang mengutuk undang-undang tersebut, dan mendesak Komisi Eropa untuk membawa Hongaria ke Pengadilan Eropa atas masalah tersebut.
Para pemimpin negara anggota Uni Eropa menantang Orban dalam KTT di Brussels pada minggu lalu perkara UU tersebut yang dianggap membatasi hak warga negara Hongaria yang LGBT.
Salah satunya adalah Perdana Menteri Belanda Mark Rutte yang mengatakan pemimpin Hongaria harus memegang nilai-nilai yang dipercayai oleh Uni Eropa atau lebih baik meninggalkan organisasi itu. (Euronews, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi