Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 22:03 WIB
Surabaya
--°C

Pride vs Starbucks Keliling

KEMPALAN: Juni merupakan Pride Month  atau Bulan Pride, waktu ketika komunitas LGBT   (lesbian, gay, biseksual, transgensder) di dunia berkumpul dan merayakan kebebasan untuk merayakan orientasi seksual mereka, yang oleh mayoritas publik dianggap sebagai penyimpangan.

Di berbagai tempat, komunitas gay dengan terang-terangan melakukan pawai dengan mengusung simbol warna pelangi yang menjadi ciri perjuangan mereka. Juni dipilih sebagai bulan Pride untuk memperingati pemberontakan Stonewall pada Juni 1969 di New York City, AS. Aksi ini memicu gerakan hak-hak gay modern.

Komunitas LGBT semakin meluas dan mencakup kelompok-kelompok sempalan termasuk queer, interseks, dan aseksual.  LGBT kemudian diperluas menjadi LGBTQ, atau bahkan LGBTQIA, untuk memasukkan kelompok-kelompok queer, interseks dan aseksual.

Queer mengacu pada istilah umum bagi mereka yang bukan heteroseksual, interseks merujuk pada mereka dengan variasi karakteristik kelamin yang berbeda dengan perempuan dan laki-laki karena alasan genetik. Serta aseksual menggambarkan mereka yang tidak mengalami ketertarikan seksual.

Istilah-istilah ini dapat mencakup orang-orang dalam ‘’gender fluid’’, yaitu kelompok yang fleksibel atas identitas gender mereka, dengan kata lain orang tersebut tidak berkomitmen pada satu identitas saja.

Gerakan ini sudah semakin jauh dengan mengampanyekan pernikahan sesama jenis. Di beberapa negara dunia pernikahan sesama jenis sudah menjadi sesuatu yang legal. Amerika adalah salah satunya. Beberapa kasus pernikahan sejenis di Indonesia pernah terjadi di Bali.

Pride dikreditkan pada Brenda Howard, seorang aktivis biseksual New York yang dijuluki ‘’Mother of Pride’’. Ia mengorganisasi parade Pride pertama untuk memperingati perayaan satu tahun pemberontakan Stonewall.

Sedangkan pemilihan warna pelangi berasal dari seniman dan perancang Gilbert Baker yang ditugaskan oleh pengawas kota San Francisco, Harvey Milk, untuk membuat bendera untuk perayaan Pride di kota yang akan datang pada 1978.

Baker, seorang aktivis hak-hak gay   terkemuka, mendapat ide dari pelangi untuk mencerminkan banyak kelompok dalam komunitas gay. Subset bendera juga mewakili orientasi seksual   lain dalam spektrum, seperti biseksual, panseksual dan aseksual.

Dalam kategori ini terdapat juga istilah ‘’gender neutral’’ seseorang yang dianggap netral terhadap gender, tidak laki-laki dan tidak perempuan.

Gerakan ini akan menjadi gerakan global yang massif karena mendapat dukungan terbuka dari perusahaan trans-nasional terkemuka di dunia. Starbukcs dan Unilever adalah dua perusahaan besar pendukung kuat LGBTQ dan dengan terang-terangan menyuarakan seruan untuk menghormati hak-hak gay dan lesbian.

Apple Inc. adalah sebuah perusahaan teknologi yang populer dengan produk-produk teknologinya. Perusahaan ini didirikan oleh almarhum Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne. Steve Jobs dan perusahaan Apple Inc. Sejak lama memang sudah diketahui mendukung pernikahan sesama jenis. Beberapa kali, apple menghapus berbagai aplikasi di iTunes App Store yang bersifat menolak homoseksualitas.

Facebook mendukung LGBT

Tidak hanya itu saja, dalam polling rencana pengadaan Proposition 8 tahun 2008, Apple dan beberapa perusahaan lain berusaha agar peraturan tersebut tidak dianggap konstitusional. Proposition 8 adalah rencana untuk mendefinisikan bahwa pernikahan hanya sah antara pria dan wanita saja.

Instagram juga merupakan salah satu perusahaan Amerika yang mendukung LGBT. Ketika Amerika Serikat mengesahkan pernikahan sesama jenis, Instagram termasuk salah satu yang mendukung keputusan tersebut. Dalam akun Facebooknya, instagram mengabadikan peristiwa yang dianggap bersejarah bagi warga Amerika tersebut.

Produsen peralatan olahraga terkemuka NIKE Inc. sejak lama mendukung persamaan hak LGBT. Pada 2012, Nike meluncurkan kaos dengan tagar #BETRUE untuk mendukung LGBT. Tidak hanya itu saja, mereka juga mendukung Referendum 71 yang mendukung pernikahan sejenis.

Nike tidak segan-segan memutus kontrak sponsorship dengan atlet yang menolak LGBT. Salah satu kasus menonjol dialami petinju Filipina Manny Pacquiao yang diputus kontraknya oleh Nike karena dia mengungkapkan penolakannya terhadap LGBT. Sebagai penganut Katolik yang taat Pacquiao dengan tegas menolak gerakan penyimpangan seksual itu.

Perusahaan Google juga menjadi pendukung kuat LGBT. Secara terang-terangan Google merilis dukungannya setelah Mahkamah Agung Amerika melegalkan pernikahan sesama jenis. Saat itu, Google menampilkan kotak “search” dengan warna pelangi serta menggunakan Google Doodle untuk menyatakan dukunganya. Perusahaan ini juga termasuk salah satu yang menyerukan kampanye anti-Proposition 8.

Menurut mereka, Proposition 8 yang hanya mengakui pernikahan antara laki-laki dan wanita adalah diskriminasi. Goolge juga turut memberikan donasi sebesar 140 ribu USD untuk mendukung kampanye Anti-Proposition 8. Pada 2010, jauh sebelum pernikahan sesama jenis dilegalkan di seluruh Amerika, Google sudah mulai menawarkan jaminan kesehatan untuk pasangan gay karyawan mereka.

Gerai kopi Starbucks juga menjadi pendukung kuat gerakan LGBT. CEO Starbucks, Howard Schultz menyatakan dukunganya ketika Mahkamah Agung Amerika Serikat melegalkan pernikahan sesama jenis. Perusahaan ini bahkan mengambil langkah untuk memastikan bahwa komunitas anggota LGBT memiliki tempat aman di gerainya. Aturan itu tidak akan lama lagi diberlakukan di gerai Starbuks di seluruh dunia.

Facebook mungkin yang paling terlihat jelas dalam memberikan dukungan terhadap LGBT. Ketika pernikahan sejenis disahkan, Facebook menawarkan gambar pelangi yang bisa dipasang di foto profile Facebook mereka. Sebanyak 26 juta orang ikut mengganti foto profil mereka dengan pelangi untuk menunjukkan dukungan.

Tidak berhenti sampai di situ saja, perusahaan ini juga memberikan kebijakan pro-LGBT dalam perusahaannya. Beberapa di antaranya adalah peraturan tanpa diskriminasi, tunjangan tanpa terkecuali, dan mempraktikan keberagaman.

Microsoft yang didirikan oleh Bill Gates  juga dikenal sebagai perusahaan yang mendukung LGBT. Mereka menyumbangkan 100 ribu USD untuk mendukung Referendum 71 yang mendukung pernikahan sesama jenis

Di dalam lingkup perusahaan Microsoft sterdapat beberapa karyawan yang juga seorang LGBT. Mereka juga mendirikan perkumpulan dalam perusahaan yang disebug GLEAM (Gay dan Lesbian Karyawan Microsot). Perkumpulan ini telah diakui sejak 1993.

CEO Starbucks Howard Schutlz secara terbuka mendukung LGBT

Besarnya arus politik yang mendukung LGBT dan perusahaan trans-nasional yang memberikan donasi finansial, membuat gerakan ini menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Gerakan ini memecah opini masyarakat dunia menjadi dua. Kalangan konservatif agama sudah pasti menolak, dan kalangan liberal menjadi pendukung palig kuat.

Para kapitalis pemimpin perusahaan-perusahaan global itu bukan politisi, tapi mereka punya agenda politik. Mereka lalu memanfaatkan kemampuan pengaruh bisnisnya untuk mengampanyekan agenda politiknya.

Ada yang tidak secara langsung bermain di kancah politik praktis, tapi ada pula yang langsung terjun ke ranah politik praktis dengan memanfaatkan pengaruh mereka untuk memengaruhi suara para pemilih.

Pialang saham terkemua George Soros mengakui bahwa dia tidak menyukai Geoge W. Bush dan Soros terjun langsung agar supaya Bush tidak terpilih.

Soros dijuluki sebagai orang yang membangkrutkan Bank of England, bank sentral Inggris dan oleh Mahathir Mohamad dituduh sebagai biang kerok penyebab krisis ekonomi Asia Tenggara, 1998.

Soros tidak membantah atau membenarkan. Tapi, ia mengakui punya agenda politik. Ia bangga mendapat julukan “statesman without state”, negarawan tanpa negara.

Dalam bukunya “The Age of Fallibility: The Consequences of the War on Terror” (2006) Soros mengungkapkan bahwa dia memakai uangnya yang sangat banyak, dan pengetahuannya mengenai filsafat dan politik, untuk menciptakan masyarakat dunia yang terbuka dan demokratis.

Soros adalah murid setia filosof Karl Popper yang memperkenalkan konsep “open society” sebuah masyarakat terbuka yang bebas berdasarkan prinsip-prinsip individual dan demokrasi liberal.

Soros mendirikan LSM “Open Sosciety” yang bertujuan untuk mempromosikan konsep masyarakat terbuka yang toleran di seluruh dunia.

Orang-orang crazy rich seperti Bill Gates, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, Elon Musk, dan kawan-kawan juga punya agenda politik sebagaimana Soros. Mereka adalah “statesmen without states” dan “politicians without constituents”, politisi tanpa konstituen.

Beda dengan pejabat publik yang bertanggung jawab kepada publik, orang-orang tajir itu tidak harus bertanggung jawab terhadap publik.

Dalam dunia demokrasi publik sebagai pemegang suara memegang kedaulatan. Di dunia ekonomi, konsumen memegang mandat sebagai pemebang kekuasaan. Kalau konsumen berhenti membeli produk dan melakukan boikot, akan habislah kedigdayaan para kapitalis itu.

Anda yang menentang agenda LGBTQ oleh para kapitalis internasional bisa mengambil langkah kecil yang mematikan, berhentilah membeli produk mereka.

Berhentilah minum kopi Starbucks. Sebagai gantinya belilah Starling atau Starbucks Keliling yang dijajakan tukang kopi keliling.

Kalau ini kita lakukan omset Starbucks akan turun dan perlawanan kita mereka dengar.

Selain itu, kita juga  menghidupkan ekonomi kerakyatan dengan membeli dari para pedagang Starling. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.